Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

EKONOMI

Mata uang Garuda semakin perkasa

Senin | 25 September 2017 | 10:49

MEDIAKEPRI.CO.ID,Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat dalam dua hari setelah Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga 7-day reverse repo rate (7DRR) Kamis lalu. Di pasar spot, nilai tukar rupiah menguat 0,04% ke level Rp 13.306 terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada Senin 25 September 2017 dari posisi akhir pekan lalu Rp 13.312.

Sejalan, kurs tengah BI menunjukkan penguatan 0,15% rupiah ke level Rp 13.305 per dollar AS ketimbang posisi akhir pekan lalu Rp 13.325 per dollar AS.

Penguatan rupiah ini belum mencapai level terbaik sepanjang tahun. Di pasar spot, titik terkuat rupiah berada pada Rp 13.156 per dollar AS pada 11 September lalu. Ini adalah posisi terkuat rupiah sejak akhir September 2016.

Meski pasar saham koreksi, aliran dana diperkirakan masuk ke instrumen pendapatan tetap, terutama surat utang negara (SUN). Penurunan suku bunga berpeluang turut menurunkan imbal hasil SUN dan menaikkan harga. Alhasil, investor berburu SUN ketika posisi yield masih lebih tinggi.

Sumber : Kontan

Editor :