Rabu | 16 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Aksi Bejat Bapak Kandung Ketahuan Saat Sang Anak Mengeluh Sakit Perut

Selasa | 24 Oktober 2017 | 12:45

MEDIAKEPRI.CO.ID, Surabaya – Apa yang dilakukan M Badrun (35) ini benar-benar biadab.
Pria yang tinggal di wilayah Sidosermo, Kecamatan Wonocolo Surabaya ini tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri Intan (nama samaran) selama lebih dari satu tahun.

Perbuatan cabul Badrun ke anaknya tersebut dilakukan di rumahnya sendiri kala sang istri sedang berada di luar rumah untuk berjualan.

Perbuatan bejat Badrun kali pertama dilakukan pada Juli 2016 lalu.

Saat itu, korban Intan masih berusia 8 tahun dan masih duduk di kelas III SD.

Karena seringnya hubungan intim layaknya suami istri dilakukan, Badrun mengaku sampai tak ingat sudah berapa kali dia mencabuli putri kandungnya sendiri.

“Selama lebih setahun itu, saya gauli dia (anak saya) sebanyak lebih dari 36 kali,” akunya, Senin 9 oktober 2017 di Mapolrestabes Surabaya.

Semua hubungan badan itu dilakukan di rumahnya sendiri di Sidosermo, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.

Aksi pertama itu, pelaku Badrun mengancam anaknya sendiri saat sang istri keluar rumah berjualan jajan ke sekolah-sekolah.

“Dia saya ancam akan digantung jika tidak mau melayani. Saat itu, rumah sepi karena istri sedang jualan,” ucapnya.

Setelah perbuatan pertama, Badrun yang biasanya membantu istrinya jualan jajan, ternyata tidak merasa kasihan terhadap anak dan darah dagingnya sendiri.

Bapak bejat ini malah ketagihan dan kembali mengulangi perbuatan hubungan badan dengan korban secara berulang-ulang.

Badrun mengaku, dirinya menggauli anaknya lantaran tidak mendapat layanan seks dari istrinya selama berbulan-bulan.

“Saya tidak pernah dikasih jatah (hubungan badan) dari istri, jadi saya lampiaskan ke anak,” ucap Badrun sambil menutupi wajahnya.

Perbuatan Barun tambah parah dan malah menjadikan anaknya budak seks, setelah dia dan istrinya pisah ranjang sejak Mei 2017.

Sang istri memutuskan pulang ke rumah asalnya di Pandaan, Pasuruan.

Sedangkan korban Intan dan adiknya yang masih berusia 8 tahun tetap tinggal bersama Badrun.

Lantaran pisah ranjang, Barun makin leluasa melampiskan nafsu birahinya.

Jika korban Intan tak mau melayani, maka pelaku langsung mengancam akan dipukul dan digantung di rumahnya.

Mulai Juli 2016 hingga September 2017, pelaku sudah menyetubuhi sebanyak lebih dari 36 kali anaknya yang masih bocah.

“Satu minggu biasanya saya tiga kali menggauli dia,” imbuhnya.

Aksi pencabulan ini akhirnya terbongkar, setelah korban mengeluh perutnya sakit kepada gurunya di sekolah pada 26 September 2017.

Setelah ditanya guru sekolahnya, korban mengaku habis disetubuhi ayahnya.

Dari pengakuan tersebut, sang guru lalu mengantarkan korban menemui ibu kandungnya di Pandaan, Pasuruan, 29 September 2017.

Selanjutnya, ibu korban melaporkan kejadian pencabulan ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polretabes Surabaya.

Atas laporan tersebut, Unit PPA menciduk pelaku Badrun di rumahnya.

Kepada penyidik, Badrun mengakui semua perbuatannya.

“Saya melakukan perbuatan itu (persetubuhan) dengan anak saya saat rumah sepi.

Istri sedang keluar rumah karena jualan jajan telur gulung di sekolah. Sedang adiknya saya minta keluar beli jajan,” ungkapnya.(***)

Editor :