Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

ASTAGA!!! Pelajar SMP di Bengkulu Diperkosa Puluhan Lelaki di 2 TKP

Selasa | 07 November 2017 | 10:20

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bengkulu – Bunga, pelajar SMP di Bengkulu Utara ini tidak pernah membayangkan nasib sial yang dialaminya. Usianya yang masih 14 tahun, ia harus ‘digarap’ oleh puluhan lelaki dari dua tempat berbeda.

“Kita masih periksa korban dan saksi,” ujar ujar Kapolres Bengkulu Utara, AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kasat Reskrim, AKP Jufri SIK.

Kejadian ini berawal ketika Bunga dijemput salah seorang pelaku yang merupakan temannya yang berinisial Me (16), Sabtu, 4 November 2017 sekitar pukul 20.00 WIB. Lalu, korban dibawa ke Pondok Kebun di Desa Air Baus 1. Di lokasi ini, Bunga diperkosa oleh pelaku berinisial Ir (19), No (17) dan Jo (17).

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya terhadap korban, Bunga lalu dibawa ke Pondok Camat di Desa Air Baus 2 Kecamatan Hulu Palik. Di lokasi kedua ini, korban dipaksa melayani nafsu para pelaku berinisial Te (27), Iw (30), Ul (16), Zo (18).

Karena korban melawan, menangis dan berteriak, para pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban. Sehingga korban terpaksa pulang ke rumah dengan cara berjalan kaki.

“Sementara ini, ada 2 TKP. Untuk sementara 20 orang yang memperkosa korban sesuai keterangan korban dan 1 pelaku yang sudah diamankan,” ungkap Kasat.

Berdasarkan hasil visum yang telah dilakukan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Reskrim Polres Bengkulu Utara, kemaluan korban mengalami luka robek yang cukup parah. Baik luka robek lama maupun baru.

“Visum sudah kita lakukan. Memang sudah terjadi luka robek baru maupun lama pada alat kelamin korban,” terang Kasat.
Namun, hingga saat ini para pelaku belum seluruhnya dapat diamankan oleh Polres Bengkulu Utara. Karena, ketika akan ditangkap, para pelaku telah melarikan diri. Sehingga, Tim Reskrim tengah mengejar para pelaku tersebut.

“Setelah kita datangi rumah para pelaku. Keterangan para orang tuanya, bahwa anaknya belum pulang ke rumah. Sehingga, kita himbau para pelaku dapat menyerahkan diri, dari pada kasus ini semakin dipersulit,” pungkas Kasat.

Sebelumnya, Minggu, 5 November 2017 malam, keluarga korban telah melaporkan persoalan ini kepada pihak desa untuk upaya perdamaian. Hanya saja, ketika itu tidak mencapai kesepakatan. Akibatnya, pihak keluarga korban melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian.(***)

sumber: bengkuluekspress

Editor :