Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

SADIS!!! Enam Peluru ke Badan dan Kepala, dr Lety Tewas Ditembak Suami

Kamis | 09 November 2017 | 18:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – dr Lety tewas ditembak suaminya yang juga dokter. Klinik Azzahra di Jalan Dewi Sartika, Cawang di Jakarta Timur pun menjadi saksi bisu Lety menghembuskan nafas terakhirnya. Kejadian menggenaskan tersebut terjadi Kamis, 9 November 2017 sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku adalah suaminya sendiri.

Abas, seorang saksi mata mengatakan ia mengetahui kejadian tersebut ketika ada warga yang berteriak ada penembakan di dalam klinik.

Saat itu pula, ia yang berada tak jauh lokasi langsung menuju lokasi. Namun, di saat itu pula ada seorang pria berpakaian seperti seragam ojek berada di depan klinik mengatakan, tidak terjadi apa-apa, dia menyebut bahwa itu adalah anggota.

“Saya lagi jualan, ada yang teriak katanya ada tembakan, saya langsung ke sana, nah saat itu ada tukang ojek bilang itu aparat, lalu saya bilang di sini tidak ada aparat,” kata Abas, Kamis, 9 November 2017.

Tak berselang lama, akhirnya pelaku keluar, bahkan saat keluar, dia masih menenteng senjata api.

“Itu yang ojek online bilang gak ada apa-apa ngak tahunya mereka boncengan berdua, saya juga takut karena pas keluar bawa senjata, saya kabur,” katanya dikutip dari tribunnews.

Menurut Abas, ia mengetahui persis sang pelaku, menurutnya, pelaku adalah suaminya sendiri.

Bahkan, menurutnya korban dikenal sangat baik, bahkan sering membantunya ketika ia sedang sakit.

“Korban baik sama semua orang, orang sering makan di soto saya, semua juga tahu orang sini,” katanya.

Sementara itu, beberapa warga lain mendengar beberapa kali bunyi tembakan. Namun hal tersebut tidak diduga jika korbannya seorang dokter.

“Saya denger tembakan dua kali, saya pikir apa, orang saya baru balik kerja, kan rumah saya di belakang klinik ini, langsung saya kesini tapi ternyata pas di sini sudah ramai,” kata Nafis (67).

Walau tidak terlalu mengenal sang dokter, namun ia pernah melihat korban, ia mengatakan bahwa korban dikenal sangat baik.

Kapolres Metro Jakarta Timur mengatakan bahwa diketahui pelaku adalah suaminya sendiri yang bernama Helmi.

“Dugaan sementara motifnya suami tidak mau cerai karena korban tengah melakukan gugatan. Dan tim tengah melakukan pengejaran langsung dan olah TKP kemudian ada yabg melakukan pendataan termasuk kronologis peristiwa dan pemeriksaan saksi-saksi,” katanya.

Sementara itu karena tidak ada CCTV yang ada di lokasi, pihaknya telah memeriksa tiga saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

“Jadi kebetulan disni tidak ada CCTV, tapi kami sudah memeriksa 3 saksi cukup yang menyaksikan mengetahui peristiwa tersebut. Sehingga ini akan kita data oleh penyidik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.

Sementara itu korban tewas diduga telah ditembak sebanyak enam kali dibagian vital korban hingga menyebabkan korban tewas.

“Proyektil peluru ditemukan satu, enam kali tembakan dan yang pasti ditembak dibagian fatalnya antara kepala dan badan,” katanya. (***)

Editor :