Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

NEWS

Gunung Agung Berstatus “Awas’ Bandara Bali Harus Ditutup, Ini Alternatif yang Disiapkan

Sabtu | 23 Desember 2017 | 10:54

MEDIAKEPRI.CO.ID, Karangasem – Pemerintah sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tutupnya bandara Ngurah Rai di Denpasar, Bali, jika abu letusan Gunung Agung kembali membahayakan penerbangan.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan usai memantau kondisi Gunung Agung bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo di Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali pada Jumat 22 Desember 2017 sore.

“Apakah mungkin airport itu (Bandara Ngurai Rai di Bali) tutup di Oktober 2018 (saat acara IMF-World Bank berlangsung)? Bisa saja. Tapi kalaupun tertutup paling dua hari,” kata dia.

Menurut dia, Bandara Ngurah Rai di Bali bisa saja tutup akibat letusan gunung berapi lain, yakni Gunung Kelud. Sebab, beberapa waktu lalu abu letusan Gunung Kelud juga membahayakan penerbangan ke Bandara Ngurah Rai sehingga bandara yang terletak di kota Denpasar ini harus ditutup.

Lantas, bagaimana cara pemerintah menangani hal tersebut?

Menurut Luhut, berdasarkan pengalaman penutupan bandara Ngurah Rai akibat letusan Gunung Kelud, pemerintah saat ini menyiapkan dua bandara alternatif. Yakni, bandara Banyuwangi dan bandara Surabaya.

“Saat ini, Kementerian Perhubungan terus memperbaiki Bandara Banyuwangi sebagai alternatif bandara Ngurah Rai,” ujar Luhut.

Atasi Macet dan Bau

Pemerintah juga terus menggenjot pembangunan underpass dekat bandara Ngurah Rai yang saat ini pembangunannya mendekati 20 persen.

Underpass ini diharapkan jadi alternatif untuk mengatasi kemacetan di sekitar bandara Ngurah Rai saat acara IMF-World bank berlangsung pada Oktober 2018 mendatang.

Selain itu, pembangunan Tanjung Benoa Cruise Terminal juga dikebut.

Pemerintah juga akan segera memulai groundbreaking untuk sanitary landscape, Tempat pembuangan Akhir Suwung, yang ditargetkan selesai pada Agustus 2018.

“Sehingga Bali tidak bau lagi mengenai sampah, dan itu bagus buat turis,” ujar Luhut.

Kemudian, juga ada proyek waste to energy akan dimulai dalam dua bulan ke depan, sehingga kelihat progres semua itu untuk dipercepat sebagai persiapan Annual Meeting IMF-World Bank.

“Jadi persiapan Annual Meeting IMF-World Bank itu sesuai dengan rencana, tidak ada perubahan sama sekali,” tegas Luhut.

Seperti diketahui, pemerintah berharap kondisi Gunung Agung kembali normal pada tahun depan. Dengan begitu maka situasi di Bali bisa kondusif, jadwal penerbangan kembali normal, sehingga gelaran pertemuan IMF-World Bank bisa sukses.

Seperti diketahui, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah gelaran IMF-World Bank Annual Meetings pada 8-14 Oktober 2018 mendatang.

Acara itu akan menjadi momen promosi bisnis hingga pariwisata kepada tamu delegasi yang jumlahnya ditaksir lebih dari 17.000 orang.

Mereka adalah para menteri keuangan, gubernur bank sentral, bankir, hingga CEO dari seluruh dunia. (***)

sumber: tribunnews.com

 

Editor :