Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KESEHATAN

ASTAGFIRULLAH! Kepala Bayi ini Putus dan Tertinggal di Perut saat Dokter Menariknya

Jumat | 29 Desember 2017 | 14:48

MEDIAKEPRI.CO.ID, – Sulit dibayangkan tapi seorang dokter tanpa sengaja membuat tubuh bayi putus dalam proses kelahiran yang dialami pasien bernama Reina Natalia Valazquez. Dikutip dari DailyMail kemarin, perempuan Argentina itu sadar tubuh bayinya terbagi dua saat dokter memberitahu dirinya akan menjalani operasi di tengah kelahiran yang berlangsung normal. “Mereka mengatakan kepala bayiku masih tertinggal di dalam perut,” katanya.

Bersama sang suami Reina memberikan keterangan terkait tragedi yang dialaminya setelah pihak rumah sakit dirasa tidak menanggapi tuntutan keduanya. Mereka berharap tim medis yang menangani kelahiran bayi prematur ini mendapat sanksi. Reina menceritakan dirinya dibawa ke RS Juan Domingo Peron dengan usia kehamilan 22 minggu oleh suaminya Senin lalu.

Jasad dikirim ke rumah pasien dalam kondisi kepala terpisah.

Meski dirinya meminta operasi caesar tetapi karena ukuran bayi dirasa kecil, dokter memutuskan kelahiran normal. Tetapi bayi lahir sungsang dengan bagian kepala tersangkut di leher rahim. Sang suami yang kemudian melihat perawat memegangi tubuh bayi tanpa kepala syok berat.

“Aku tidak tahu apakah yang menarik tubuh bayiku saat itu dokter atau perawat, tapi aku sadar selama proses berlangsung dan rasanya sangat menyakitkan,” ujar Reina kepada El Grito Salta.

Ia menyebut dokter bertanggung jawab dalam hal ini. Reina juga yakin bayinya masih hidup saat dirinya di rumah sakit. Pasalnya ia melakukan tes echo dan suaminya mengaku masih mendengar detak jantung bayi pertama mereka.

Reina meminta keadilan.

“Saat pecah ketuban dokter membawaku ke ruang persalinan dan mulai mengurut perut serta menarik bayi meski aku belum merasa mulas,” katanya. Ia bisa merasakan saat tubuh bayi diputar dan ditarik. Setelah itu dokter memberitahu mereka akan menuju ruang operasi karena kepala bayi tak bisa keluar.

Sementara suami Reina menyebut proses kelahiran dimulai pukul 04.00 subuh dan melahirkan pukul 10.00. Ia sendiri tak menyaksikan langsung. “Saat ke ruangan istriku menangis dan mengatakan bayi kami terbagi dua,” katanya.

Kini mereka menuntut pihak rumah sakit bertanggung jawab. “Aku ingin semua yang terlibat dipecat dan pihak berwenang mencabut gelar akademis mereka,” katanya.

Rumah sakit di mana Reina melahirkan. (Istimewa)Pihak rumah sakit yang mengirim langsung jasad bayi yang terbagi dua ke rumah pasien menyebut akan mengikuti prosedur hukum. Mereka juga mengatakan memiliki alasan mengapa tidak melakukan operasi caesar dan akan memaparkan semua proses kelahiran bayi sebera 700 gram itu di hadapan aparat berwenang pada waktunya.

Saat ini autopsi dan pengumpulan data masih dilakukan. Direktur RS Juan Domingo Peron, Jose Fernandez mengatakan, sampai proses hukum benar-benar dimulai semua yang terlibat dalam kelahiran bayi Reina akan tetap beraktivitas seperti biasa. (***)

Editor :