Rabu | 23 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Kepepet Ekonomi, Ibu Rumah Tangga ini Edarkan Uang Palsu

Jumat | 05 Januari 2018 | 14:46

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekalongan – Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ditangkap aparat kepolisian. Dia telah mengedarkan uang palsu dengan cara membeli barang di warung pada malam hari.

Dari tangan pelaku yang berinisial DM (40) warga Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo polisi mengamankan barang bukti uang palsu yang tersisa yakni pecahan Rp 50 ribuan dan pecahan Rp 100 ribuan dengan jumlah total Rp 5 Juta.

Terbongkarnya peredaran uang palsu tersebut, atas laporan dari warga yang juga menjadi korban atas transaksi jual-beli yang dilakukan pelaku di sejumlah tempat.

“Ada laporan jika ada yang membeli bensin pakai pecahan uang seratus ribu, namun uang tersebut palsu. Dari laporan itu langsung kita tindaklanjuti dan akhirnya berhasil kita amankan DM ini,” kata AKP Aries Tri Hartanto, Kapolsek Wonopringgo saat ditemui detikcom Jumat 5 Januari 2018.

Dihadapan petugas, DM mengaku dirinya mendapatkan uang palsu dari seorang temannya di Temanggung.

“Caranya ditukar uang Rp 10 juta asli dengan Rp 25 juta uang palsu,” kata DM di Mapolsek Wonopringgo.

Dari uang palsu senilai Rp 25 juta tersebut, diakui DM telah disebarkan di beberapa wilayah kecamatan diantaranya di Kecamatan Kajen, Karanganyar, Wonopringgo dan Kedungwuni. Uang itu juga mempunya nomer seri yang sama.

“Ya saya beli bensin eceran satu dua liter pakai uang itu dan kembalinya uang asli sebagian saya tabung,” katanya.

DM mengakui aksinya tersebut baru dilakukan pada akhir tahun lalu.

“Baru kali ini, baru Desember kemarin. Ya kepepet ekonomi,” kilahnya.

Kapolsek Wonopringgo AKP Aries Tri Hartanto, menjelaskan pelaku memecah uang palsu pecahan seratus ribuan dengan cara membeli bensin, ke pedagang eceran saat malam hari.

Awalnya polisi hanya menemukan beberapa uang palsu ditangan pelaku. Namun saat dilakukan penggeladahan di rumah pelaku, ditemukan puluhan lembar uang palsu yang terdiri dari 35 lembar uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan 37 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu. Total senilai Rp 5,5 juta. Dari Rp 25 Juta uang palsu yang berhasil diamankan dan belum sempat beredar yakni Rp 5,5 juta. Uang palsu yang terlanjur beredar sebesar Rp 19,5 Juta.

“Awalnya hanya beberapa lembar uang palsu. Namun kita lakukan pemeriksaan di rumah pelaku dan ditemukan uang lembaran lainnya yang di sembunyikan pelaku,” katanya.

Akibat perbuatannya tersebut pelaku jerat dengan UU Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, Pasal 36 ayat dua dan ayat 3 dan pasal 245 juncto pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

Polisi mengimbau pada warga masyarakat untuk senantiasa waspada terkait masih adanya uang palsu yang beredar di masyarakat. (***)

Editor :