Rabu | 23 Oktober 2019 |
×

Pencarian

EKONOMI

Harga Gabah Melambung Tinggi, “Akhir-akhir ini Lonjakan Harganya Memang Sedang Tinggi Sekali,”

Jumat | 12 Januari 2018 | 18:09

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Persatuan pengusaha penggilingan padi dan pengusaha beras Indonesia (Perpadi) mengungkap harga gabah tengah melambung tinggi karena pasokannya terbatas. Sekretaris Jenderal Perpadi Burhanuddin menyebut, harga rata-rata Gabah Kering Panen (GKP) di Jawa saat ini berkisar Rp 6.200 per kilogram (kg).

Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding harga pembelian pemerintah yang hanya Rp 3.700 per kilogram. “Akhir-akhir ini lonjakan harganya memang sedang tinggi sekali,” kata Burhanuddin, saat dihubungi Republika, Kamis 11 Januari 2018.

Menurutnya, di beberapa daerah seperti Karawang, Jawa Barat, harga komoditas tersebut bahkan sudah hampir menyentuh level Rp 7.000 per kilogram. Sementara, di beberapa sentra produksi yang sedang panen, harga gabah relatif lebih murah, yakni berkisar Rp 5.500 per kilogram.

Saat ini memang tengah terjadi lonjakan harga pada beras yang dipicu oleh kelangkaan pasokan. Karena itu, pemerintah telah memutuskan untuk mengambil langkah impor demi mengamankan pasokan beras. Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, sebanyak 500 ribu ton beras akan segera didatangkan dari Thailand dan Vietnam pada akhir bulan ini.

“Saya tidak mau mengambil resiko kekurangan pasokan. Saya mengimpor beras khusus,” ujarnya, dalam konferensi pers di Auditorium Kementerian Perdagangan, Kamis 11 januari 2018.

Mendag menjelaskan, beras yang akan diimpor adalah beras kualitas khusus yang tidak ditanam di Indonesia. Jenis beras tersebut memiliki spesifikasi bulir patah di bawah lima persen. Meski masuk dalam golongan beras khusus, Enggartiasto memastikan komoditas pangan utama itu akan dijual dengan harga medium.Melambung Tinggi, Harga Gabah Capai Rp 7.000. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :