Jumat | 18 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

KEJAM! Balita Alami Luka Lebam dan Luka Bakar Bibi: “Saya Cape Ngurus Pekerjaan, Ferdi Suka Rewel Jadi Saya Tampar”

Sabtu | 13 Januari 2018 | 9:27

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tasikmalaya – Ferdi, balita berusia dua tahun, dilarikan ke RS Ibu dan Anak Prasetya Bunda, Kota Tasikmalaya, Kamis 11 Januari 2018 siang.

Balita yang tinggal bersama bibinya di Perumahan Jati Indah, Kecamatan Indihiang, ini mengalami luka lebam dan luka bakar di bagian wajah, diduga jadi korban KDRT.

Kondisi Ferdi saat dilarilan ke IGD rumah sakit jiga dalam kondisi lemas karena mengalami dehidrasi dan setengah sadar.

Petugas IGD segera memberikan cairan infus dan oksigen untuk penanganan darurat. Di bagian pergelangan kaki Ferdi pun terdapat luka lebam melingkar seperti bekas ikatan kuat.

Dokter yang menangani korban, dr Lia Noerka Rahmalia, mengatakan, dari hasil diagnosa sementara, korban diduga telah mengalami penganiayaan cukup berat di tubuhnya.

Ada luka lebam di tubuh serta luka bakar di pipi kiri. Korban juga mengalami trauma psikis.

“Kami langsung memberikan penanganan darurat, terutama memberikan cairan infus untuk menanggulangi dehidrasinya serta oksigen. Kondisinya saat ini masih sangat lemah,” kata Lia.

Sejumlah ibu mengerumuni korban dan mengaku prihatin melihat kondisi Ferdi.

“Saya tidak tega melihatnya. Di wajahnya ada luka bakar serta lebam-lebam. Ada juga luka lebam yang sudah menghitam. Kok tega-teganya menganiaya anak kecil tidak berdosa,” ujar seorang ibu.

Kanit Reskrim Polsekta Indihiang, Iptu Nandang Rohmana, mengungkapkan, pihaknya siang itu mendapat laporan warga Perumahan Jati Indah tentang adanya balita diduga korban penganiayaan.

“Saat ke lokasi, korban sudah ditangani warga dan kemudian kami bawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Kasusnya kemudian diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi pun mengamankan Ds (21), tante korban yang diduga kuat mengetahui penyebab luka-luka yang dialami Ferdi.

Dari informasi yang diserap di Unit PPA, korban selama ini tinggal bersama bibinya Ds yang sehari-harinya jualan barang melalui online.

Suami Ds merantau dan pulang sebulan sekali. Diduga di rumah itulah korban mengalami penganiayaan.

Kasatreskrim, AKP Bimo Moernanda, mengatakan, pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi termasuk Ds untuk mendapatkan keterangan.

“Kami masih memeriksa saksi-saksi. Sejauh ini belum ada tersangka karena masih dalam pengembangan,” katanya.

Potret Kelam

NASIB mengenaskan balita Ferdi adalah salah satu potret kelam kehidupan rumah tangga yang berantakan.

Kedua orang tua Ferdi belum diketahui keberadaannya. Ferdi akhirnya dirawat oleh Ds yang memiliki dua anak yang juga masih kecil.

Dari informasi yang dihimpun di Unit PPA, keberadaan kedua orang tua Ferdi belum jelas tapi diduga berada di tempat berbeda.

Yang mengenaskan, ibu kandung Ferdi diduga sudab enggan merawat darah dagingnya sendiri, hingga Ds-lah yang harus merawatnya.

Ihwal siapa yang telah melakukan aksi KDRT terhadap Ferdi masih dalam penyelidikan Unit PPA.

Saat dimintai keterangan oleh petugas, Ds mengakui beberapa kali melakukan tindakan kekerasan terhadap Ferdi tapi tidak sampai melukai.

“Saya cape ngurus pekerjaan dan kemudian anak-anak termasuk Ferdi suka rewel. Sehingga kalau mereka bikin kesal seperti menangis tak henti-hentinya kadang saya tampar pipinya,” kata Ds.

Itu dilakukannya beberapa kali selama Ferdi tinggal bersamanya.

Ditanya petugas siapa yang telah menyebabkan tubuh Ferdi lebam-lebam serta ada luka bakar di pipi kiri bawah, Ds berdalih dia lebih banyak berada di luar untuk urusan pekerjaan.

“Saya tidak tahu karena tidak di rumah terus. Di rumah ada anak-anak,” ujarnya.

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Bimo Moernanda, mengatakan, pihaknya terus mengembangkan penyelidikan kasus dugaan KDRT tersebut.

“Terus kami kembangkan sambil mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti. Nanti pada akhirnya akan ada tersangka karena bukti bekas penganiayaan pada korban masih nyata terlihat,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :