Jumat | 18 Oktober 2019 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

GILA!! Demi Kepuasan Pria ini Bunuh Puluhan Wanita, Daging Korban Dikemas dan Dijual, Sebagian Diberikan ke Hewan Ternaknya Sebagai Makanan

Kamis | 25 Januari 2018 | 15:47

MEDIAKEPRI.CO.ID – Sebuah rekaman mengungkapkan kasus pembunuhan berantai yang mengerikan.

Robert Pickton, seorang peternak babi telah menunuh setidaknya 49 wanita.

Dia menjadi salah satu pembunuh berantai paling mengerikan di dunia.

Tak hanya membunuh korban, Robert juga menjual dagingnya kepada pelanggan, termasuk kepada beberapa polisi setempat.

Laki-laki yang kini berusia 68 tahun itu ditahan di penjara British Columbia.

Sebuah episode di Voice of Serial Killer yang ditayangkan di CBS Inggris pada Rabu malam menayangkan rekaman dimana Robert mengakui pembunuhan.

Dia tidak tahu, dia sedang berbicara dengan petugas polisi yang menyamar ketika dia menjelaskan tujuannya membunuh 50 korban dan kekecewaannya.

Dia menganggap dirinya telah ‘ceroboh’ dan melewatkan satu target lagi.

Dilansir dari Daily Mail pada Rabu 24 Januari 2018 saat ditangkap pada 2002, polisi menemukan barang-barang milik beberapa wanita yang hilang di peternakannya.

Mereka pergi ke peternakannya secara kebetulan untuk mencari senjata ilegal yang mungkin dimilikinya.

Setelah menangkapnya, mereka menemukan jejak DNA 26 wanita yang hilang yang mayoritas merupakan PSK yang dijemputnya di Vancouver’s Red Light District.

Dia membawa wanita itu untuk berhubungan badan dan kemudian membunuhnya.

Cara pembunuhannya bervariasi.

Dalam beberapa kasus, dia menyuntikkan obat bius pada korban atau dia langsung menikamnya sampai mati.

“Aku hanya akan puas jika membunuh satu lagi. Aku ingin membuat semunya jadi 50,” katanya.

Dalam rekaman tersebut, ahli kriminal menganalisis, pengakuannya yang menyeramkan itu tanpa rasa takut.

Rekaman dan pengakuan itu terungkap saat dia memberi tahu teman sekamarnya yang merupakan polisi yang menyamar.

“Aku akan melakukan satu lagi, membuatnya menjadi lima puluh. Itu sebabnya, tetapi aku ceroboh.” ujarnya.

Robert telah menghindari polisi selama bertahun-tahun.

Dia dikenal penduduk sekitarnya suka membawa PSK, suka minum-minuman keras dan obat-obatan.

Setelah membunuh korban, Robert membawa mayat mereka ke pabrik penggilingan daging.

Setelah dikemas daging korban dijual ke pelanggan lokal di ladangnya.

Pria yang melihatnya di pabrik menceritakan, bagaimana Robert sangat jorok dan menangani daging dengan tangan kosong.

Sementara itu, korban lainnya akan diberikan kepada babi-babinya sebagai makanan.

Meski menerima laporan tetang pria itu selama bertahun-tahun, polisi tidak pernah memiliki cukup bukti untuk menangkapnya.

Pada 1997, seorang wanita yang ingin dia bunuh berhasil lolos dari peternakannya setelah menikamnya balik.

Wanita itu pergi ke polisi, namun mereka tidak melakukan tindakan karena menganggap saksi bukan orang yang bisa diandalkan.

Pada 2016, Robert telah memicu kemarahan setelah menulis sebuah buku.

Dia mengatakan, dia adalah kambing hitam polisi yang frustasi mencari wanita-wanita yang telah dilaporkan hilang.

Buku tersebut dijual di Amazon, tetapi telah dihapus dari situs itu karena kemarakan keluarga korban.

Apa yang dilakukan Robert ini telah mengejutkan dunia dan membuat PSK merasa tidak aman.(***)

sumber: tribunnews.com

Editor :