Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Aksi “Hujan Duit” Dinilai Nista Simbol Negara, Aparat Diminta Usut Tuntas

Senin | 05 Maret 2018 | 14:23

MEDIAKEPRI.CO.ID – Aparatur negara diminta memproses dan menindak orang-orang dan atau perusahaan yang melakukan proyek ‘hujan uang’ di kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, te­patnya di depan GOR Soemantri Brodjonegoro pada Rabu 28 februari 2018. Program itu dinilai sudah menistakan simbol negara.

Hal ini dinyatakan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak.

“Harus ditangkap pelaku dan diusut aktor intelektualnya. Aparat penegak hukum harus bergerak cepat. Aksi tersebut juga menggangu lalulintas,” tuturnya.

Menurut Bastian, aksi kapitalisme tersebut juga ikut menghina warga yang dijadikan objek hujan uang.

“Pihak kepolisian jangan hanya menghentikan kegiatan tersebut, tapi harus lebih tegas dengan mengusut kasus hingga tuntas,” ujarnya.

Bastian mengingatkan, masih banyak cara yang lebih manusiawi dan tidak menista simbol negara untuk membantu warga sekaligus promosi produk. Apalagi pada mata uang rupiah, ada lambang Negara, sehingga secara tidak langsung telah menghina lambang negara.

Perlu diingatkan, paparnya, penghinaan terhadap simbol atau lambang negara dilarang dalam pasal 57 Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan ancaman hukuman diatur dalam pasal 68 Undang Undang Nomor 24 Tahun 2009, Pasal 154a KUHP.

“Hujan uang sekaligus membuktikan, negara telah takluk pada kekuatan kapitalisme, sehingga penghina lambang negara sampai detik ini belum dihukum. Saya menghimbau masyarakat agar tidak tergoda dan ikut menghina simbol negara,” ingat Bastian.

Sebuah video menjadi viral di Instagram menunjukkan, uang berhamburan dari langit. Rupanya, ada sebuah crane yang di atasnya mengangkut dua orang pria sedang menebarkan uang. Uang tersebut dari pecahan Rp 10.000, Rp 5.000, dan yang paling banyak Rp 2.000.

Seluruh warga yang melintas di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, siang itu pun sontak berhenti dan ikut mengambil uang yang berhamburan.

Fenomena hujan uang yang terjadi pada Rabu 28 Februari 2018 ternyata akan berlangsung beberapa hari. Rupanya fenomena hujan uang ini dilakukan oleh pihak dari sebuah aplikasi.

Lalu lintas Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tersendat, karena warga berkum­pul menunggu aksi ‘hujan duit’ di depan pintu masuk Pasar Festival. Padahal polisi sudah menarik izin keramaian aksi hujan duit tersebut.

Bahkan di Pasar Festival, Jalan HT Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, pada Kamis 1 maret 2018, sekitar pukul 13.00 WIB, puluhan warga tampak kembali berkumpul di trotoar. Lalu lintas sepanjang Pasar Festival pun tersendat. Baik mobil maupun motor kesulitan melintasi jalan tersebut karena banyak motor yang diparkir di pinggir jalan.

Di dekat lokasi, ada sebuah baliho besar dari aplikasi.

Dalam aplikasi tersebut, para pengguna akan mempunyai kesempatan mendapatkan uang hingga belasan juta rupiah. Cara mengikuti kuisnya hampir sama dengan kuis live show seperti di televisi saat era 90-an.

Kuis ini terdiri dari 12 pertanyaan yang harus dijawab dengan cepat dan tepat dalam waktu 10 detik untuk tiap pertanyaan. (***)

sumber: rmol.co

Editor :