Jumat | 13 Desember 2019 |
×

Pencarian

PASAR

Serbu! Di Pasar Ini Bawang Putih Dijual Rp 18.500 per Kg

Rabu | 28 Maret 2018 | 14:45

Penjualan bawang putih murah akan berakhir pada Kamis.

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Perkumpulan Petani dan Pengusaha Bawang Indonesia (P3BI) menggelar penjualan bawang putih murah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu 28 Maret 2018. Hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menurunkan harga bawang putih yang saat ini naik di pasaran.

Pengurus P3BI Nurul Shanti Wardhani mengungkapkan, penjualan bawang putih murah tersebut telah dilakukan sejak Selasa, 27 Maret 2018 hingga Kamis 29 Maret 2018 besok.

Bawang putih dijual dengan harga murah, seharga RP 18.500 per kilogram.

“Penjualan bawang putih dari kemarin sampai besok di hari terakhir, itu adalah komitmen dari PT Haniori selaku importir dari bawang putih yang ikut berperan mengusahakan agar harga bawang putih turun,” kata Nurul di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 28 Maret 2018.

Nurul menjelaskan, rata-rata harga bawang putih yang beredar di pasaran saat ini mencapai hingga Rp 40 ribu. Di mana, secara random, lanjut Nurul, di beberapa pasar di Jakarta, harga bawang putih mencapai Rp 30 ribu.

Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga komoditas bawang putih ukuran sedang berada per 27 Maret 2018 terpantau sekitar Rp 35.700 per kilogram, sementara per 28 Maret 2018 mencapai Rp 35.900.

“Ini PT Haniori dengan komitmennya membantu para konsumen agar mendapatkan harga bawang putih lebih murah dari yang ada di outlet sekarang ini,” kata Nurul.

Bawang putih yang dijual di Pasar Induk Kramat Jati oleh P3BI mencapai 28 ton per hari. Sehingga dalam tiga hari penjualan ini mencapai 84 ton.

“Jadi yang sudah dijual kemaren itu, ini kan 1 bal (beratnya) 20 kilo, nah satu kontainer ini kan isinya 1450 bal. Kurang lebih 28 ton dalam sehari. Sampai besok sebanyak ini juga yang dijual,” tambahnya. Sementara itu, koordinator pedagang bawang putih Pasar Induk Kramat Jati Sarsulin Rasad mengaku, sejak Januari 2018 lalu pasokan bawang putih sudah mulai berkurang.

Sehinga, harga bawang putih terus melonjak karena berkurangnya pasokan.”Pasokan sempat kurang. Kurangnya dari Januari, Februari udah mulai berkurang. Harganya juga naik-naik terus,” kata Rasad.

Rasad sendiri tidak dapat memastikan berapa pasokan bawang putih yang masuk per harinya di Pasar Induk Kramat Jati. Namun, pasokan yang datang merupakan impor dari Cina.

Seperti diketahui, Kementrian Perdagangan mengakui jika sejumlah komoditas pangan di Indonesia masih mengandalkan impor. Kebijakan itu dilakukan dalam rangka menjaga keseimbangan harga dan ketersediaan untuk masyarakat.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito menyatakan, 95 persen kebutuhan bawang putih di Indonesia masih dipenuhi oleh impor dari Cina. Meski begitu, ia tetap berupaya untuk meningkatkan tingkat produksi bawang putih dalam negeri bersama Kementrian Pertanian.

“Bawang putih 95 persen impor. Harus ada keseimbangan untuk mewujudkan itu dengan kebijakan impor bawang putih,” kata Enggar beberapa waktu lalu. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :