Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

SELULER

Ini Loh Penjelasannya Mengapa Ponsel Tak Bisa Dibuka dengan Sidik Jari Orang Meninggal?

Sabtu | 28 April 2018 | 12:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Cerita menarik datang dari sebuah kasus kriminal di Amerika. Alkisah, ada dua detektif yang ingin melakukan investigasi terhadap sebuah kasus kematian yang tak wajar dari seorang pria.

Si korban diketahui bernama Linus Phillip, ditembak mati oleh seorang anggota kepolisian di luar sebuah toko serba ada di Largo, Florida. Detektif pun diterjunkan untuk mengumpulkan informasi tentang penyebab kematian Phillip.

Kedua detektif yang ditunjuk kemudian mendatangi rumah duka pada bulan Maret lalu dan mencoba membuka ponsel Phillip menggunakan sidik jarinya.

Apa yang dilakukan kedua detektif adalah legal di AS. Namun yang menarik adalah mereka tidak bisa membuka ponsel si korban kendati sudah diberi akses pada jenazahnya.

Profesor ilmu komputer dari Michigan University bernama Anil Jain menambahkan, makin lama seseorang meninggal, maka akan makin sulit membuka ponsel yang terkunci dengan sidik jari yang bersangkutan.

“Ini karena pada sebagian besar ponsel pintar, identifikasi dengan sidik jari bekerja melalui konduksi listrik, dari tubuh manusia ke perangkatnya,” terang Jain seperti dilaporkan Livescience.

Seperti kita tahu, tubuh manusia memang mengandung listrik dalam frekuensi rendah. Jain menjelaskan, listrik yang mengalir dalam tubuh manusia inilah yang ‘dimanfaatkan’ untuk membuka scanner, semisal pada ponsel.

“Saat menyentuh scanner, ada sensor yang bertugas untuk mengenali pola pada ‘tonjolan’ sidik jari dengan bantuan listrik dalam tubuh. Tetapi jika seseorang meninggal, aliran listrik itu juga berhenti dan scanner tak lagi bisa mengenali pola yang ada,” papar pria yang juga menulis buku “Handbook of Fingerprint Recognition” ini.

Namun tak ada peneliti yang dapat memastikan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk seseorang kehilangan konduksi listrik dalam tubuhnya. “Kalaupun ada yang mau tahu, kita butuh banyak sekali jenazah dan harus mencoba unlock ponsel mereka dengan sidik jari tiap jam atau mungkin lebih, selama berturut-turut. Bisa dikatakan ini juga eksperimen yang sulit,” tambah Jain.

Tak usah khawatir, teknologi identifikasi yang digunakan oleh ponsel pun berkembang. Sejumlah produk ponsel yang beredar di pasaran saat ini ada yang menggunakan sistem identifikasi wajah. Ponsel-ponsel masa depan juga bisa saja menggunakan sensor optik atau mata untuk membuka perangkat ini.

“Tetapi jika orangnya belum lama meninggal mungkin masih ada kesempatan untuk membuka ponsel dengan sidik jarinya. Hanya saja kita tidak tahu persis berapa lama konduksi itu akan hilang pada orang yang sudah meninggal,” kiranya. (***)

sumber: detik.com

Editor :