BAKTI TNI

Kemkominfo Klarifikasi Terkait Isu Penculikan Anak

Kamis | 01 November 2018 | 20:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta-  Dalam beberapa hari terakhir ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika menerima beberapa aduan konten terkait isu penculikan anak, baik melalui email [email protected] maupun melalui akun twitter @aduankonten dan akun @kemkominfo dan @DitjenAptika.

Atas sejumlah aduan masyarakat tersebut, Subdit Pengendalian Konten Internet,  Direktorat Pengendalian, Ditjen Aplikasi Informatika kemudian melakukan verifikasi atas aduan tersebut.

Istimewa

Plt Kepala Biro Humas Kemkominfo RI, Ferdinandus Setu mengatakan, ada  2 (dua) hoaks yang berhasil diidentifikasi oleh Kemkominfo. Hoaks pertama,
Akhir-akhir ini warga Tulung Agung diresahkan dengan adanya informasi penculikan anak di media sosial. Telah tersebar isu terjadinya penculikan anak di salah satu Pusat Perbelanjaan, Belga, Tulung Agung, Jawa Timur. Kabar ini pun menyebar melalui pesan berantai Whatsapp.

Ferdinandus menjelaskan, isu tersebut, Kapolres Tulungagung, AKBP Tofik Sukendar menyatakan bahwa hal itu adalah tidak benar atau hoaks.

Kedua, kata Ferdinan, penculikan anak di Talang Jambe Palembang. Dijelaskannya, telah ramai beredar informasi tentang penculikan anak yang terjadi di daerah Talang Jambe Palembang.

“Faktanya informasi yang disebarkan tersebut adalah orang yang tertangkap karena ketahuan mau mencuri Handphone di daerah Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami Palembang Rabu 31 Oktober 2018,” jelas Ferdinan dalam rilisnya yang diterima mediakepri.co.id, Kamis, 1 November 2018.

Ferdinan menegaskan, Kementerian Kominfo mengimbau warga net untuk tidak menyebarkan hoaks atau berita bohong atau kabar palsu melalui saluran internet, baik website, media online maupun media sosial.

“Setiap pelaku penyebaran hoaks melalui internet bisa dijerat dengan ancaman pidana 6 (enam) tahun penjara dan denda Rp 1 miliar sesuai dengan ketentuan UU ITE,” pungkasnya. *

Sumber: Humaskemkominfo RI

Editor :