Jumat | 18 Oktober 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Tak Diundang Reuni 212, Ini yang Dilakukan Jokowi

Minggu | 02 Desember 2018 | 9:29

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bogor – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berolahraga pagi dengan bersepeda santai pada Ahad, 2 Desember 2018 pagi. Jokowi telah dipastikan tidak diundang dalam acara Reuni 212 yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Selain berolah raga, Jokowi juga akan meninjau pemasangan instalasi listrik.

BACA JUGA

Staf Khusus Presiden Jokowi Bocorkan Harga Mobil Nasional Esemka, Segini Loh Kisaran Harganya

Empat Tahun Jadi Komandan Paspampres, Maruli: Pak Jokowi Tidak Banyak Berubah

HOT.. Motor Klasik Kawasaki W175 Naik Daun Berkat Jokowi, Kok Bisa? Ini Keunggulannya

Presiden yang tampak mengenakan jaket hitam dan perlengkapan bersepeda itupun mulai mengayuh sepedanya dari Istana Kepresidenan Bogor menuju Kelurahan Bantarjati, Kota Bogor, Jawa Barat.

Selama perjalanan, Presiden disambut oleh masyarakat. Ia pun juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang hadir. Sesampainya di Kelurahan Bantarjati, Bogor Utara, Presiden kemudian meninjau pemasangan instalasi listrik PLN. Ia juga tampak meninjau sejumlah rumah warga yang mendapatkan sambungan listrik.

Goyang Dayung Presiden Jokowi saat Penutupan Asian Games di Lombok Hibur Para Pengungsi

Ini Efeknya pada Mesin Kendaraan Anda Jika Sering Gonta-ganti BBM

GOOOLL.. PSIS Semarang Berhasil Menaklukkan Persipura Jayapura dari Dua Gol Bruno Silve

Usai meninjau pemasangan instalasi listrik, Jokowi akan melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Di sana, ia akan melakukan sosialisasi prioritas penggunaan dana desa tahun 2019 di Provinsi Jawa Barat.

Seperti diketahui, penyelenggara Reuni 212 batal mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir pada kegiatan tersebut. Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif mengatakan, ada banyak perkembangan situasi dan juga masukan-masukan dari para ulama, termasuk dari Habib Rizieq Shihab.

“Di rapat-rapat kemarin sempat, ketika jumpa pers kemarin juga kita menanyakan dua-duanya diundang tapi kemudian berkembang situasinya, berkembang masukannya,” katanya,

Slamet menerangkan, pertimbangan yang ada itu di antaranya, Jokowi pihaknya nilai kurang menghargai gerakan 212. Selain itu, penegakkan hukum dan keadilan yang dilakukan oleh Jokowi juga dinilai masih belum bisa dilaksanakan dengan baik. Kemudian, lanjut Slamet, kriminalisasi terhadap ulama juga belum ada penyelesaiannya hingga saat ini.

Menurut Slamet, pertimbangan berikutnya adalah jika mengundang Jokowi, pihaknya khawatir akan banyak datang protokoler yang berdampak pada kekhusyukan kegiatan tersebut. Ia juga menuturkan, peserta Reuni 212 kebanyakan merupakan orang-orang yang merasa kecewa dengan kebijakan Jokowi selama ini. Karena itu, ia khawatir jika Jokowi diundang dan datang, nanti justru memunculkan hal-hal yang tidak diinginkan. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :