Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

WARNA WARNI

‘Ini Bukan Perang Saya, yang Bertarung Jokowi vs Prabowo’ Kata Presiden RI ke-6 Itu, Ada Apa Ya?

Sabtu | 15 Desember 2018 | 15:31

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pekanbaru – Mata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudoyono (SBY) berkaca-kaca saat memberikan keterangan pers terkait ribuan bendera dan baliho Partai Demokrat dirusak di Kota Pekanbaru, Sabtu, 15 Desember 2018.

SBY menahan tangis. Kesedihannya tak bisa disembunyikan.

SBY yang didampingi Sekjen Demokrat Hinca Panjaitan serta para petinggi Demokrat Riau menceritakan soal perusakan baliho, spanduk, dan bendera Partai Demokrat.

Perusakan bendera dan baliho Pratai Demokrat sangat menyayat hati.

SBY mengaku tampak sangat sedih sekali hingga suaranya bergetar saat berbicara.

Bahkan kedua matanya berkaca-kaca, ia terlihat berusaha menahan air matanya yang nyaris menetes.

Suaranya semakin pelan ketika wartawan semakin mencecar pertanyaan kepadanya.

“Ini bukan perang saya. Yang bertarung itu pak Jokowi dengan pak Prabowo,” terangnya dengan mata berkaca-kaca, sebelum melakukan kunjungan kerjanya.

SBY menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada kepolisian atas pengrusakan ribuan alat peraga yang dipasang Partai Demokrat itu. Pihaknya tak ingin menuduh siapa pelaku pengrusakan itu.

Pascadirusaknya baliho dan atribut Demokrat penyambutan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), pihak Demokrat Riau bersama SBY langsung turun ke jalan melakukan penyisiran, Sabtu, 15 Desember 2018.

SBY Cek Bendera dan Baliho Partai Demokrat

Bendera dan baliho Partai Demokrat di sejumlah ruas jalan di Pekanbaru, Riau, Sabtu, 15 Desember 2018 pagi, dirusak orang tak dikenal.

Padahal di deretan bendera-bendera Partai Demokrat juga ada sejumlah bendera partai lain.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa geram, mengapa bendera dan baliho Partai Demokrat dirusak.

SBY kemudian mengecek langsung atribut berupa bendera dan baliho Partai Demokrat yang dirusak orang tak dikenal itu.

SBY dan rombongan berjalan kaki di Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru, tepatnya di depan kantor DPRD Riau.

Dia juga didampingi Sekjen DPP Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan yang turut serta dalam rombongan itu menyaksikan satu persatu baliho yang dirusak tersebut.

SBY tampak tidak banyak berkata-kata, sesekali ia tampak menggelengkan kepala, dengan raut muka tidak banyak ekspresi.

“Pemimpin yang baik harusnya menghargai pemimpin lainnya,” ujarnya singkat sambil terus ikut melihat dan mengangkat langsung baliho rusak tersebut.

Presiden keenam RI itu mengelus-elus dadanya melihat atribut Partai Demokrat dalam keadaan rusak.

“Ini menyayat hati,” kata SBY.

SBY mempertanyakan apakah pengerusakan ini dilakukan oleh pihak-pihak tertentu, atau memang masyarakat Riau saat ini sudah berubah.

“Saya, kami, sangat hormat kepada saudara kami masyarakat Riau, sangat sayang, taat beragama, jadi seperti ini. Apakah saudara kami berubah atau ulah mereka mereka,” kata dia.

Demokrat sudah melaporkan pengerusakan atribut itu kepada Polresta Pekanbaru.

Kini, SBY mengaku hanya bisa pasrah dan mengadu kepada Allah atas apa yang terjadi.

“Saya ini bukan capres. Saya tidak kompetisi dengan Bapak Presiden Jokowi. Saya sebagai pemimpin partai Demokrat berikhtiar dengan cara yang baik dan amanah sesuai yang diatur konstitusi dan UU. Tapi ternyata ini yang kami dapatkan,” kata dia.

SBY pun memerintahkan Sekjen Partai Demokrat serta pemimpin Partai Demokrat di Riau dan Pekanbaru untuk menurunkan semua atirbut yang masih tersisa.

“Lebih baik kita mengalah dan diturunkan daripada bendera kita, baliho yang tidak bersalah, dirobek,” ujar dia.

Menurut Imelda Sari, ada ribuan atribut yang dirusak dan diturunkan oleh orang tak dikenal.

Atribut itu terpasang dengan baik hingga Jumat, 14 Desember 2018 malam, tetapi ditemukan dalam keadaan rusak pada Sabtu pagi ini.

Di dekat bendera dan spanduk yang dirusak itu, ada juga deretan bendera Partai Golkar, PSI, dan PDI-P yang terpasang dengan baik.

“Ada 35 orang pelaku menurut pengakuan 1 orang yang tertangkap dan saat ini sedang dalam pemeriksaan Polresta Pekanbaru,” kata Imelda.

SBY dan elite Demokrat berada di Pekanbaru sejak Jumat, 14 Desember 2018 kemarin untuk melakukan kegiatan kampanye.
Rencananya, SBY berada di Pekanbaru hingga Senin, 17 Desember 2018.

Pada hari yang sama, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja sekaligus kampanye.

Calon presiden Nomor urut 1 itu rencananya bertemu tim sukses dan kader parpol pendukung di Prime Park Hotel, Pekanbaru, sore nanti. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :