Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

KEBAKARAN

Kebakaran Itu Menewaskan Tiga Orang, Anehnya Posisi Salah satu Korban Seperti Berdoa

Kamis | 27 Desember 2018 | 16:08

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tiga orang tewas dalam kebakaran yang menghanguskan rumah tinggal berlantai dua di Kampung Nelayan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 27 Desember 2018.

Warga di sekitar lokasi kejadian Jalan Sungai Landak, RT 06/07, mengaku melihat seorang korban tewas ditemukan dalam kondisi sedang berdoa.

Seorang warga, Wijan (67) mengatakan, dari ketiga korban yakni Kusmiasih (55), Krisdayanti (20), dan Hamzah (8 bulan), yang ditemukan tewas dengan posisi berdoa ialah Krisdayanti.

Wijan menuturkan, Krisdayanti ditemukan di lantai dua rumah berukuran 3 x 15 meter persegi itu.

Adapun kebakaran dominan terjadi di bagian lantai bawah rumah tersebut.

Jenazahnya dievakuasi usai petugas memadamkan api dari dalam rumah itu.

Wijan mengatakan, warga kaget saat melihat kondisi jenazah Krisdayanti ketika dibawa dari dalam rumah.

Karena ditemukan di lantai dua, kondisi tubuh Krisdayanti tidak hangus terbakar.

Wijan menjelaskan sekujur tubuh Krisdayanti tampak hitam ketika dievakuasi.

Itu disinyalir karena asap tebal yang memenuhi seisi rumah ketika peristiwa terjadi.

Yang mengagetkan adalah, ketika ditemukan posisi Krisdayanti sedang merentangkan kedua siku tangannya secara terbuka.

Hal itu menurut Wijan seperti menunjukkan bahwa Krisdayanti pasrah ketika kebakaran melanda rumahnya.

Padahal, menurut Wijan, Krisdayanti bisa saja melompat dari lantai dua rumahnya dan warga siap menangkap.

“Pas ditemuin begini dia (menunjukkan posisi berdoa sambil merentangkan tangan). Langsung dibawa turun itu mayatnya,” kata Wijan.

Warga lainnya Titin (41) mengaku juga melihat kondisi jasad Krisdayanti yang seperti orang sedang berdoa.

Ketika dievakuasi petugas, kondisi jasad Krisdayanti dilihatnya sudah terbujur kaku.

“Ya begitu, kondisinya udah kaya orang berdoa gitu. Udah kaku. Terus juga di depan dia ada anaknya,” kata Titin.

Karena kondisi jasad Krisdayanti yang sudah kaku tersebut, Titin sempat memperhatikan petugas agak kesulitan memasukkan jasadnya ke dalam kantong jenazah.

“Jadi agak susah pas dimasukkin ke dalam kantong itu,” katanya.

Titin menambahkan, kondisi jasad korban lainnya Kusmiasih atau ibu Krisdayanti, lebih parah.

Alasannya, menurut Titin, Kusmiasih berada di lantai bawah bangunan rumah ketika kebakaran terjadi.

Sehingga tubuhnya lah yang terdampak parah akibat insiden kebakaran ini.

“Makanya kan kondisinya hangus gitu,” ucap dia. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :