Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

KEBAKARAN

Apes! Rumah Permanen Milik Warga Ini Ludes Terbakar saat Ditinggal Potong Rambut

Senin | 31 Desember 2018 | 9:30

MEDIAKEPRI.CO.ID, Singaraja – Nasib sial dialami Putu Sudarma (32) warga Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak. Rumah permanen miliknya terbakar pada Ahad, 30 Desember 2018.

Rumah berukuran 7 kali 6 meter persegi itu ludes terbakar ketika ditinggal pergi potong rambut. Kepala Sub (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres AKBP Suratno membenarkan kejadian itu. Iptu Sumarjaya mengatakan, sebelum kejadian, korban meningalkan rumahnya karena sedang potong rambut.

Tips Liburan Aman dan Nyaman dengan Kendaraan Pribadi dari Daihatsu

Korban terkejut setelah mendapat kabar kalau rumahnya terbakar. Dia kemudian mengecek dan terlihat api sudah membakar seisi rumah.

Kobaran api yang cepat membesar membuat korban tak bisa menyelamatkan harta bendanya. Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Pos Seririt, petugas menyiram api dengan air.

Sepekan di Sel, Begini Kondisi Steve Emmanuel, Tak Ada Perlakuan Khusus untuk Aktor ganteng Ini di Penjara

Sekitar satu setengah jam kemudian, api berhasil dipadamkan. Akibat kejadian ini, korban yqng diketahui sehari-hari senagai sopir tersebut mengalami kerugian sekitar Rp 100 juta. “Pertama kali kebakaran diketahui tetangga korban. Di ruang kamar ada percikan api dan cepat membesar. Saksi menghubungi korban dan api semakin besar dan korban tidak sempat menyelematkan harta bendanya,” katanya.

Terkait penyebab kebakaran, Iptu Sumarjaya mengatakan, kasus ini masih diselidiki anggota Reskrim Polsek Gerokgak. Sejumlah keterangan saksi, korban, dan barang bukti yang ditemukan di lapangan telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng Gede Sugiartha Widiada mengatakan, saat anggotanya tiba di lokasi kejadian, api sudah membesar.

Upaya pemadaman dilakukan agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar TKP.

“Kalau menyelamatkan barang korban sudah tidak mungkin karena api sudah membesar dan pemadaman oleh anggota mencegah agar api tidak merembet dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” katanya. (***)

sumber: balipost.com

Editor :