Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

INTERNASIONAL

Netflix dapat Kecaman Setelah Cabut Episode Komedi Satir Soal Khashoggi

Kamis | 03 Januari 2019 | 13:24

MEDIAKEPRI.CO.ID, New York – Netflix dikecam para aktivis HAM karena mencabut satu episode acara komedi satir untuk layanan wilayah Arab Saudi. Pencabutan dilakukan setelah Netflix dikomplain Saudi yang keberatan atas konten acara yang kritis pada Kerajaan Saudi juga Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam salah satu episode acara komedi satir berjudul ‘Patriot Act with Hasan Minhaj’ yang tayang di Netflix, Minhaj (33) yang merupakan seorang komedian AS berdarah India, melontarkan kritikan pada Kerajaan Saudi soal pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Bahkan Minhaj secara spesifik mengkritik Putra Mahkota Saudi atau MBS, yang diduga banyak pihak memerintahkan pembunuhan Khashoggi. Tidak hanya itu, Minhaj juga kritis pada operasi militer pimpinan Saudi di Yaman.

Seperti dilansir AFP, Kamis, 3 Januari 2018, langkah Netflix dalam mencabut satu episode acara Minhaj itu dikecam oleh berbagai organisasi HAM global, termasuk Amnesty International, yang memperingatkan bahwa hal itu bisa menggerus kebebasan berekspresi di Saudi.

“Penyensoran Arab Saudi terhadap Netflix… menjadi bukti lebih lanjut untuk tindakan keras tanpa belas kasihan terhadap kebebasan berekspresi di kerajaan (Saudi),” sebut Direktur Kampanye Amnesty International untuk Timur Tengah, Samah Hadid, dalam pernyataannya.

“Dengan tunduk pada tuntutan otoritas Arab Saudi, Netflix ada dalam bahaya memfasilitasi kebijakan nol toleransi terhadap kebebasan berekspresi dan membantu otoritas (Saudi) menyangkal hak-hak rakyat untuk mengakses informasi secara bebas,” imbuhnya.

Sarah Leah Whitson dari Human Rights Watch juga turut memperingatkan Netflix.

“Klaim Netflix untuk mendukung kebebasan artistik tidak ada artinya jika mereka tunduk pada tuntutan pemerintahan yang tidak meyakini adanya kebebasan untuk warga negara mereka — bukan artistik, bukan politik, bukan komedi,” sebut Whitson dalam pernyataannya.

Dalam pernyataannya, Netflix menyatakan pihaknya diharuskan mencabut satu episode itu setelah otoritas Saudi dalam komplain resmi menyebut episode itu melanggar Undang-Undang (UU) Kejahatan Siber. Meski dicabut dari layanan Netflix untuk wilayah Saudi, episode itu masih bisa ditonton oleh pelanggan Netflix di negara-negara lain. Warga Saudi sendiri masih bisa menontonnya via situs YouTube.

Ditambahkan Netflix, bahwa dalam komplainnya Saudi menyebut episode itu melanggar pasal 6 UU Kejahatan Siber yang menyatakan ‘produksi, persiapan, transmisi, atau menyimpan material yang berdampak negatif pada ketertiban umum, nilai keagamaan, moral publik, dan privasi, melalui jaringan informasi atau komputer’ merupakan tindak kejahatan yang bisa dihukum hingga 5 tahun penjara dan denda hingga US$ 800 ribu (Rp 11,4 miliar).

“Kami dengan tegas mendukung kebebasan artistik secara luas di dunia dan menghapus episode ini hanya di Arab Saudi setelah kami menerima permintaan hukum yang valid — dan untuk mematuhi aturan hukum setempat,” ucap juru bicara Netflix dalam pernyataannya.

Sementara itu, Minhaj sendiri melontarkan sindiran untuk Netflix dalam komentarnya via Twitter soal pencabutan salah satu episode acaranya itu. Dia juga sempat menyerukan agar orang-orang memberikan donasi untuk korban konflik Yaman, yang melibatkan Saudi.

“Jelas, cara terbaik untuk menghentikan orang-orang menonton sesuatu adalah melarangnya, membuatnya trending online dan kemudian menyerahkannya pada YouTube,” tulis Minhaj dalam sindirannya. “Mari jangan lupakan bahwa krisis kemanusiaan terbesar sedang terjadi di Yaman sekarang. Tolong berikan donasi,” imbuhnya.

Minhaj yang kariernya menanjak dalam beberapa tahun terakhir, kerap mengkombinasikan pengalaman pribadi dengan peristiwa politik dalam komentar-komentar bernada humor. Tahun 2014 dia menjadi koresponden senior pada acara ‘The Daily Show’ di saluran kabel Comedy Central. Tahun 2017, Minhaj menjadi salah satu pembicara dalam acara bergengsi makan malam White House Correspondents. Acaranya berjudul ‘Patriot Act’ mulai ditayangkan Netflix pada Oktober 2018. (***)

sumber: detik.com

Editor :