Senin | 23 September 2019 |
×

Pencarian

WARNA WARNI

Prabowo Pertanyakan Konflik Kepentingan Bawahan Jokowi Soal Impor Pangan, Ini Jawabannya

Jumat | 18 Januari 2019 | 8:34

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Sesi pertama debat pilpres 2019 putaran pertama antara Jokowi vs Prabowo sukses digelar, Kamis, 17 Januari 2019 pukul 20.00 WIB.

Putaran pertama debat pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo yang diselenggarakan di Hotel Bidakara, Jakarta ini disiarkan secara langsung dan live streaming TVRI, RRI, Kompas TV, dan RTV.

Sejumlah Caleg Artis Ikut Nobar Debat Capres Perdana

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sendiri sudah menentukan tema dan jadwal untuk debat capres 2019. Pada sesi pertama debat capres 2019 ini, ada dua orang yang KPU tunjuk sebagai moderator. Mereka adalah Ira Koesno dan Imam Priyono.

Debat pilpres membahas tema hukum, HAM, korupsi, dan terorisme. Debat Pilpres 2019 yang pertama ini terdiri dari 6 segmen dengan durasi yang berbeda-beda.

Telah Ditemukan Mayat Terbungkus Kain Sprei di Dalam Tong Plastik, Siapakah Dia?

Pada debat Pilpres ini, pasangan calon nomor urut 2 pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno kembali mempertanyakan putusan impor pangan yang diteken pada masa kepemimpinan Jokowi. Menurut mereka, terdapat inkonsistensi kepempimpinan antar Menteri teknis dan lembaga pangan dalam angka produksi dan perizinan impor.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam sesi debat saling melontarkan pertanyaan kepada pasangan calon nomor urut 1 dalam tema pencegahan korupsi berbasis konflik kepentingan. Menurut Prabowo, sangat mencurigakan perizinan impor beras dan gula bisa terbit padahal terdapat indikasi stok dalam negeri tercukupi.

“Diantara menteri bapak ada yg berseberangan, Ada menteri yang mengatakan produksi cukup tapi ada menteri yang impor beras,” tanya Prabowo. Ia juga menyebut Direktur Utama Bulog Budi Waseso sebagai bagian yang menyebut stok beras aman.

Maka Prabowo mempertanyakan apakah diantara pejabat tersebut benar tidak ada konflik kepentingan. Dalam hal ini pasangan calon nomor urut 1 Jokowi menjawab bila Prabowo benar memiliki bukti adanya konflik kepentingan, maka silahkan dibawa ke ranah hukum.

Tak hanya itu, ia mengimplikasikan berat bahwa pihaknya tidak memiliki beban masa lalu sehingga tidak memiliki kepentingan politik. “Saya ini tidak memiliki beban masa lalu sehingga lebih enak dalam bekerja dan memberi perintah,” katanya.

Tak hanya itu, kebijakan impor sejatinya dilaksanakan setelah debat panjang antar menteri bersama Jokowi. Hal ini menurutnya tidak jadi masalah, justru menjadi mekanisme pengawasan terbaik.

“Kalau menteri sama semuanya maka malah tidak ada mekanisme saling cek. Kalau sudah rampung debatnya maka baru saya putuskan impor atau tidak,” katanya.(***)

sumber: tribunnews.com

Editor :