RAGAM

Dikota Ini Syarat Menikah Mempelai Wanita Harus Perawan, MUI: Jangan Persulit Pernikahan

Senin | 28 Januari 2019 | 8:19

MEDIAKEPRI.CO.ID, Banyuasin – Terkait aturan personal P3N atau P4 pada proses akad nikah di Desa Tanjung Menang, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, yang mengharuskan calon mempelai wanita harus perawan dibuktikan dengan hasil visum medis bidan setempat, Sripo mengonfirmasi aturan tersebut pada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuasin, Ahad, 27 Januari 2019.

Majelis Ulama Isndonesia (MUI) melalui Wakil Ketua I Samsul Rihal, mengatakan tidak adanya aturan secara hukum islam terkait hal tersebut.

“Hanya saja Allah menyerukan yang artinya : Nikahilah perempuan yang baik-baik,”ujar Dia.

Menurut Samsul Rihal hal itulah yang menjadi dasar P3N dan P4 setempat menerapkan aturan tersebut kembali pada ayat “nikahilah perempuan yang baik-baik memiliki cakupan luas.”

Namun ditegaskannya dalam syariah islam tidak adanya aturan yang secara gamblang terkait aturan tersebut, terkecuali dari kebijakan P3N atau P4 personal adat di masyarakat setempat.

“Kalau secara syariah islam memang tidak ada aturan mengatur itu, mungkin sudah kebijakan personal dari Masyarakat setempat,”kata Dia.

Wakil Ketua I MUI yang mengaku belum mengetahui informasi tersebut menyebut terjadinya kehilangan keperawanan seseorang tidak hanya karena perbuatan zina, yang dapat terjadi oleh sejumlah faktor lainnya.

“Belum tahu infromasi ini, cuman dari segi perawan itu bisa jadi rusak bukan karena perbuatan mesum, bisa karena kecelakaan atau diluar nalar,”ungkapnya.

Namun dirinya menegaskan terkait aturan tersebut diterapkan dirinya mengatakan tergantung kemudaratan pada masyarakat, sehingga tidak mempersulit sebuah pernikahan.

“Jangan sampai mempersulit pernikahan sehingga menimbulkan masalah. Misalnya orang sama-sama suka akhirnya batal menikah,”ujarnya.

Kemudian dirinya mengatakan terkait perawan merupakan sebuah aib sehingga menimbulkan su’udzon di kalangan masyarakat yang perlu dijelaskan secara rinci apabila terbentur masalah tersebut.

“Saran kita itu diperluas lagi jangan dipersempit, begitu nanti diperiksa oleh bidan apa bila terdapat masalah, riwayat2 itu harus dijelaskan oleh keluarga dia, supaya tidak menimbulkan suudzon, karna menyangkut aib seseorang,”kata dia.

Menaggapi hal tersebut apabila meenjadi polemik di mastarakat dirinya siap mengkaji dengan mengeluarkan fatwa apabila keadaan mendesak. Dikatakannya ukuran perawan tersebut melalui medis.

“Seandainya itu jadi polemik di masyarakat akan kita kaji nanti, kalau seadainya tidak malah kita dorong,”kata Dia. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :