Senin | 16 September 2019 |
×

Pencarian

MEDIS

Bobotnya Capai Ratusan Kilo Setelah Konsumsi Obat Steroid Berbulan-bulan, Ini Kata Dokter

Rabu | 06 Februari 2019 | 16:57

MEDAKEPRI.CO.ID, Karawang – Sunarti (39), wanita penderita obesitas asal Karawang kerap mengkonsumsi obat pereda nyeri golongan steroid untuk menghilangkan nyeri sendi di sekitar lututnya.

Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Hasan Sadikin ( RSHS) Bandung Dody Tavinto menyebut, berdasarkan hasil analisa yang dilakukan RSHS Bandung, obat tersebut telah dikonsumsinya sejak enam bulan terakhir.

“Dari hasil analisa kami, dia sudah mengonsumsi obat nyeri tulang itu sekitar enam bulan lalu,” kata Dodi, Ahad, 3 Februari 2019.

Kain Penutup Wajah Dibuka, Disitulah Sang Ayah Tau, Kalau Aldama Tewas Bukan Karna Terjatuh

Bedasarkan keterangan dokter penyakit dalam yang merawat Sunarti, wanita yang memiliki bobot 148 kilogram tersebut mengonsumsi obat methylprednisolone golongan steroid yang dibelinya di warung di pinggir jalan.

Obat pereda nyeri sendi itu dikonsumsi Sunarti tanpa resep dokter untuk menghilangkan nyeri di bagian lutut yang kemungkinan karena menahan beban tubuhnya.

Pencipta Lagu “Goyang Nasi Padang” Diciduk Polisi, Kasus Apa Ya?

“Itu sebenarnya bukan ibu ini saja, tapi gejala di masyarakat kita itu, kalo badan pegal-pegal enggak enak, itu biasanya beli (obat) itu tanpa melihat efek samping dan lainnya. itu buat pegal-pegal dia,” ujarnya.

“Padahal pegal pasien bisa jadi karena dia menanggung berat badannya, pasti tulang kaki pegal-pegal. Tapi dia beli di pinggir jalan. Padahal obat itu enggak boleh dijual secara bebas seharusnya,” katanya.

Sebelumnnya Direktur SDM dan Pendidikan Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Dr.Yana Akhmad Supriatna menyebut, Sunarti ini kerap mengkonsumsi obat steroid yang menyebabkan kegemukan.

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Obat tersebut secara tidak langsung menambah nafsu makan Sunarti.

“Obat itu sering digunakan masyarakat untuk mengurangi rasa nyeri, dengan obat itu terasa kembali enak dan kadang nafsu makan bertambah. Biasanya bisa bikin orang jadi gemuk,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihak RSHS akan berupaya menghentikan kebiasaan Sunarti mengonsumsi obat nyeri sendi.

“Mungkin nanti obat itu akan distop secara medis, secara perlahan,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.co.id

Editor :