KURS

Rupiahku Sayang, Rupiahku yang Malang

Rabu | 06 Februari 2019 | 10:41

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Awal pekan ini boleh jadi menjadi kemalangan bagi nilai tukar rupiah. Bagaimana tidak, setelah dua hari berturut-turut menjadi jawara di hadapan dolar AS dan Asia, kini rupiah terjelembab ke klasemen bawah sebagai mata dengan nilai tukar terlemah.

Pembukaan pasar spot pagi tadi, rupiah hanya terdepresiasi tipis 0,07% ke level Rp13.945 per dolar AS. Namun, nilai depresiasi itu kian menebal hingga lebih dari 30%. Pada pukul 10.40 WIB, depresiasi rupiah sudah mencapai 0,39% ke level Rp13.995 per dolar AS.

Selain Ayam, Ternyata Jengkol Juga Bisa Dibikin Jengkol Geprek Cabai Hijau Loh

Malangnya lagi, rupiah kini terpantau hanya terapresiasi di hadapan yuan (0,05%) dan dolar Taiwan (0,02%). Dengan apresiasi setipis itu, sangat rawan bagi rupiah untuk berbalik terdepresiasi.

Setelah dolar AS, mata uang dengan apresiasi terbesar di hadapan rupiah adalah dolar Hongkong sebesar 0,45%, lalu diikuti poundsterling Inggris sebesar 0,34%, euro sebesar 0,28%, dan Jepang 0,27%.

Tips Atasi Dinding Rembes dan Jamuran saat Musim Hujan

Tak hanya itu, dolar Singapura, dolar Australia, won, dan baht juga turut melemahkan rupiah masing-masing sebesar 0,19%, 0,08%, 0,08%, dan 0,04%.

Lemahnya nilai tukar rupiah kini dipengaruhi oleh adanya sentimen global yang masih mengancam, tiga di antaranya adalah sengketa dagang AS-China yang juga belum mencapai sepakat, ketidakpastian politik AS, serta rilis data ekonomi China.

Jika sudah begini, rupiah bisa menggantungkan nasibnya pada penguatan foreign direct investment (FDI) serta kelapangan hati The Fed untuk tidak tergesa-gesa menaikkan suku bunga acuan sehingga disinyalir akan memberi kado indah bagi perekonomian Indonesia. (***)

sumber: wartaekonomi.com

Editor :