Senin | 16 September 2019 |
×

Pencarian

UMUM

Pilih Menu Bergizi dan Sehat saat Dompet Menipis di Akhir Bulan

Sabtu | 09 Februari 2019 | 9:27

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Dompet menipis di akhir bulan? Tenang, kita tetap bisa memenuhi gizi keluarga kok. Simak triknya dari ahli gizi.

Jauhkan pikiran anda dari makanan instan yang praktis dan murah. Karena meski isi dompet mencukupi tapi tabungan gizi di tubuh Anda yang terancam.

Nah, daripada menggadaikan kesehatan yuk intip beberapa rekomendasi makanan yang tidak perlu terlalu dalam merogoh kantong tapi menyehatkan tubuh.

Dari Rayuan Maut, Pelaku Dapatkan Foto Bugil Korbannya untuk Dijadikan Alat Pemerasan

Hebat! Mahasiswa Ini Ubah Minyak Jelantah Jadi Karbol Ramah Lingkungan

Yakin deh, makanan ini jauh lebih nendang dari yang instan.

Ahli Gizi dari FKUI RSCM, dr. Saptawati Bardosono menyebutkan walaupun lagi tidak punya duit, nutrisi harus tetap dijaga dengan tetap makan sayur-sayuran.

Makanan murah yang mengandung sayur-sayuran serta buah adalah gado-gado, pecel atau pun karedok.

Pengendara yang Viral Banting Motor Saat Ditilang Dijerat Pasal Penadahan, Nah Lo

Gado-gado atau karedok berisi sayur-sayuran bayam, bunga kol, kacang panjang, taoge, salada, timun, jagung yang disajikan dengan dengan bumbu kacang.

Biasanya gado-gado atau karedok yang dijual pedagang kaki lima harganya berkisar Rp 10.000 hingga Rp 20.000.

“Ada sayur dan buah. Nah yang lengkap itu karedok, gado-gado. Kalau salad mahal,” kata dr. Saptawati saat ditemui di Jakarta Pusat, Kamis 8 Februari 2019.

Jika ingin lebih hemat lagi, beli saja sayur-sayuran dan rebus dirumah dibuat seperti lalapan yang bisa dikombinasikan dengan sambal agar makan jadi lebih lahap.

“Kalau mau sehat rebusan sayuran atau lalapan pakai sambel terasi, enak kan,” ungkap dr. Saptawati.

Nah, untuk mengirit uang saat akhir bulan daging merah bisa diganti dengan telur ayam atau ikan yang juga mengandung banyak protein.

“Di tanggal tua itu kalau misalnya musti makan makan lengkap cari pilihan makan yang lengkap tapi rendah harganya jadi kita gak bakal daging merah, kalau telur masih terjangkau harganya, ikan juga,” pungkas dr. Saptawati. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :