Selasa | 17 September 2019 |
×

Pencarian

PASAR

“Saya Rugi Mas” Ini Keluhan Pedagang Cabai yang Harganya Terjun Payung

Selasa | 12 Februari 2019 | 21:44

MEDIAKEPRI.CO.ID, Solo – Panen raya cabai di sejumlah wilayah, membuat harga komoditas tersebut terjun bebas. Di Pasar Legi Solo, cabai rawit merah dijual kepada pengecer seharga Rp 10.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 10.500 per kilogram dan rawit putih sebesar Rp 9.000 per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga ketiga jenis cabai tersebut minimal 2 hingga 3 kali lipat dari saat ini. Harga cabai sempat menyentuh angka Rp 20.000 – 30.000 per kilogram. Sejumlah pedagang mengatakan, anjloknya harga cabai terjadi sejak sebulan terakhir.

Tanpa Menunggu Lama, Toyota Pamer Paket Modifikasi Supra TRD

Para pedagang menyampaikan, turunnya harga cabai diakibatkan pasokan barang yang berlimpah. Apalagi sejumlah wilayah di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Jember, Madura dan lainnya sudah memasuki panen raya.

“Sudah sebulan ini harga cabai turun. Penyebabnya banyak petani yang panen raya. Sehingga pasokan melimpahnya,” ujar salah seorang distributor cabai di Pasar Legi Solo, Ahmad (50), Selasa, 12 Februari 2019.

Diminta Uang Sebelum ‘Ngamar’, Pria Hidung Belang Tikam Seorang PSK hingga Tewas

Selain pasokan melimpah, kualitas cabai yang ada saat ini juga kurang bagus. Mengingat kondisi cuaca yang kurang baik, yang membuat kadar air cabai terlalu tinggi.

Pedagang lainnya, Sri Lestari (45) menyampaikan hal yang sama. Turunnya harga jual cabai sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Jika sebelumnya sempat menyentuh angka Rp 20.000 – 30.000 per kilogram, sekarang anjlok di angka Rp 10.000 per kilogram. Sementara untuk cabai rawit merah dijual Rp 12.000 per kilogram, cabai keriting merah Rp 10.000 per kilogram dan merah besar Rp 8.000 per kilogram.

Dengan Skor 0-7, Persiwa Kalah Telak saat Lawan Persib Bandung, Ini kata Pelatih

“Harga cabai rawit putih kita hanya jual Rp 10 ribu per kilogram. Kalau lebih mahal nggak laku mas,” keluhnya.

Anjloknya harga berdampak pada penjualan. “Saya rugi mas, saat harga anjloknya seperti sekarang ini, banyak pedagang pengecer yang mulai ikut memanfaatkan,” katanya.

Menurut dia, karena pedagang pengecer tambah banyak, dampaknya penjualan yang ia lakukan ikut sepi. Jika sebelumnya sehari mampu menjual Rp 5 kwintal sekarang hanya 3 kwintal saja. (***)

sumber: merdeka.com

Editor :