Kamis | 19 September 2019 |
×

Pencarian

PRESTASI

Miliki Kecerdasan yang Luar Biasa, Nadya Lulus di Fakultas Kedokteran di Usia 18 Tahun

Minggu | 24 Februari 2019 | 10:41

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Berparas cantik, masih muda, dan memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa.

Itu menjadi gambaran sosok Nadya Silva, seorang lulusan termuda, yang mampu menyelesaikan studi selama 3,5 tahun di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (Unisba) tahun akademik 2018/2019.

Capaian IPK 3,44. Ia diwisuda saat masih berusia 18 tahun, 11 bulan, dan 6 hari.

Anak kedua dari empat bersaudara pasangan Sudirman (50) dan Ani Andriani (40) ini memiliki cita-cita yang ingin dicapainya setelah menyelesaikan studinya sebagai seorang sarjana kedokteran.

Dipaksa Ngaku Perkosa Bidan Desa, Pria Ini Babak Belur Dipukuli, Labfor: Tak Ada Bukti Diperkosa, Nah Loh

Ia ingin menjadi dokter spesialis obgyn atau kandungan.

Hal tersebut diakuinya karena terinspirasi dari sosok sang ibu, yang berprofesi sebagai seorang bidan di satu wilayah di Sukabumi.

Di matanya, ibunya mampu menyelamatkan nyawa seorang ibu dan bayi yang dikandungnya saat membantu proses melahirkan.

Pesta Sabu di Kamar Hotel Itu Melibatkan Tiga Oknum Polisi dan Seorang Wanita, Ini Identitasnya

“Insya Allah selain emang cita-cita tapi juga udah niat untuk jadi dokter spesialis obgyn di Sukabumi. Soalnya kalau dokter spesialis obgyn itu kan prakteknya bisa stay di rumah, beda halnya sama dokter spesialis jantung atau spesialis lainnya, yang harus terus ada di rumah sakit, karena peralatannya memang cuma ada di sana,” kata perempuan berhijab ini.

“Apalagi dokter spesialis obgyn itu bisa menggantikan peran bidan, untuk bisa membantu proses melahirkan sekaligus menekan angka kematian ibu dan anak di masyarakat,” ujarnya seusai prosesi wisuda di Aula Unisba, Jalan Tamansari, Bandung, Sabtu, 23 Februari 2019.

Keberhasilannya menjadi dokter di usia 18 tahun tak terlepas dari perjuangannya sejak SMP.

“Ya Allah Nyari Duit Gitu Amat Mas”, Ada Apa dengan Cinta Ratu?

Nadia Silva mengatakan, semasa mengenyam pendidikan menengah pertama (SMP) dan menengah atas (SMA) di Sekolah Islam As-Syafi’iyah Sukabumi, ia merupakan seorang siswa akrelerasi atau program percepatan lama pendidikan dua tahun.

Sehingga saat lulus SMP usianya masih 13 tahun dan lulus SMA pada tahun 2015 lalu di usia menginjak 15 tahun.

“Saya pertama masuk TK itu umurnya masih empat tahun, satu tahun di TK kemudian umur lima tahun udah masuk SD. Setelah enam tahun lama sekolah SD (normal) lalu saya lulus SD pas umurnya sebelas tahun. Alhamdulillah pas umur 15 ikut tes untuk masuk ke Fakultas Kedokteran di sini (Unisba),” ucap Nadya Silva.

Nadia mengatakan, capaian prestasi pendidikan tersebut didapatkan bukan dengan cara mudah.

Ia melalui cukup banyak rintangan dan butuh perjuangan untuk melewatinya.

Ia mendapat dorongan dan motivasi dari kedua orang tua yang senantiasa menerapakan pola disiplin yang serius dalam mengerjakan berbagai hal, termasuk urusan belajar.

Maka, saat teman-teman sebayanya di SMA masih asyik bermain saat liburan sekolah, ia sudah harus belajar di fakultas kedokteran.

Diakuinya sempat ada perasaan iri dan kesal karena ingin seperti teman-temannya.

“Orang tua saya itu sosok yang cukup keras untuk masalah pendidikan, dan selalu menekankan juga meyakinkan saya mampu untuk masuk ke program akselerasi dan menargetkan diri masuk ke fakultas kedokteran dan menjadi dokter spesialis obgyn di usia muda,” ujar Nadya Silva.

“Karena yang namanya sekolah kedokteran itu lama dan panjang tahapannya, jadi saya harus fokus belajar dan ikut program akselarasi agar bisa mempersingkat lama studi dan usia saya untuk jadi dokter sesuai yang diharapkan,” kata Nadia Silva.

Perempuan kelahiran Sukabumi, 7 Maret tahun 2000, ini menambahkan, target terdekatnya setelah lulus ini adalah untuk segera mengambil program pendidikan profesi spesialis obgyn atau koas di rumah sakit regional Jawa Barat di Sukabumi, selama dua tahun.

“Alasan dari target saya untuk bisa menjadi dokter di usia muda, karena selain tentunya saya bisa lebih tenang dan luas dalam mengenyam ilmu pendidikan. Karena biasanya usia normal untuk mulai pendidikan profesi dokter itu di 24 tahun, tapi saya mampu di usia 19 tahun, tentunya ini akan menjadikan keleluasaan dalam hal pengalaman dan peningkatan karier saya sebagai dokter,” katanya. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :