Senin | 16 September 2019 |
×

Pencarian

OTOMOTIF

AWAS! Jangan Cuci Motor saat Mesin Masih Panas

Rabu | 03 April 2019 | 11:13

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pemilik sepeda motor tentu mau punya tunggangan dengan tampilan bersih klimis. Mencuci merupakan kegiatan lazim yang dilakukan untuk menjaga kebersihan motor, apalagi selama musim hujan seperti belakangan ini. Namun, kadang waktu yang minim, membuat pemilik kurang memperhatikan kapan momen pencucian dilakukan, sehingga justru bisa merugikan.

Biasanya, setelah melakukan perjalanan jauh, pemilik akan mampir ke tempat cucian umum di pinggir jalan untuk ritual bersih-bersih ini. Di lokasi, begitu sampai, motor langsung dibilas, padahal mesin masih dalam kondisi panas, setelah menempuh puluhan kilometer.

Ditebar Ancaman ke Gawang, Arema Bungkam Kalteng Putra 3-0

Kebiasaan seperti ini sebaiknya dihindari, karena punya konsekuensi buruk pada motor. Logikanya, bagian logam pada komponen motor yang masih panas, langsung bersentuhan dengan air dingin saat mencuci, merupakan dua kondisi yang saling bertentangan.

Ketika besi panas langsung terkena air dingin, terjadi ubahan suhu yang drastis. Jika dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang, bisa berdampak negatif.

Benarkah Minyak Kutus-kutus Dibuat Pakai Mantra Gaib? Ini Kata Peraciknya

Ade Rochman, Asisten Manajer Pelatihan Teknik PT Daya Adicipta Mustika (DAM), mengatakan, pernah ada pengalaman merugikan dari salah satu konsumen. Jadi blok mesin motor retak karena melakukan pencucian ketika mesin masih dalam kondisi panas.

“Hukum fisika menyebutkan saat terjadi perbedaan suhu secara drastis, bisa membuat menimbulkan perubahan, dalam kasus ini besi atau logam yang rusak,” kata Ade.

Dampak buruk lain yang ditimbulkan adalah leher pipa knalpot yang berlapis krom bisa berubah warna menjadi kekuningan.

Ade menganjurkan, saat kondisi suhu mesin masih panas, berikan jeda waktu 5-10 menit sebelum dicuci. Waktu ini akan membuat kondisi mesin dan komponen di dalamnya istirahat sejenak sebelum terguyur air yang punya perbedaan suhu drastis. Kondisi ini akan mengurangi risiko terjadi kerusakan yang tidak diinginkan. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :