Minggu | 08 Desember 2019 |
×

Pencarian

PASAR

Senyum Bahagia Petani Kebun Jeruk Keprok, Pemilik: Harganya Lagi Bagus

Minggu | 28 April 2019 | 7:23

MEDIAKEPRI.CO.ID, Tugumalang – Hamparan kebun jeruk mulai menguning. Isyarat alam itu menarik senyum para pemilik kebun jeruk di Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Setelah sembilan bulan, kembang-kembang itu siap berubah menjadi pundi rezeki petani jeruk.

Petikan jemari para petani itu membelai gerombolan jeruk kuning keprok. Satu per satu tangkainya pun dipetik. Jeruk berpindah dari pohon masuk ke kotak krat yang telah disiapkan.

Sambil Gendong Anak Balita, Ibu Ini Terjun dari Jembatan Sungai Serayu, Siapakah Dia?

Dalam sehari, panen jeruk keprok ini mencapai 4 ribu kilogram atau 4 ton. Disebut Jeruk Keprok, karena jeruk ini digunakan untuk jus buah. Selain menggunakan alat jus, jeruk ini bisa menjadi jus dengan cara ‘dikeprok’ atau dipukul. Karena inilah, disebut Jeruk Keprok.

Jimy Satria (30), pemilik kebun menerangkan tiap kilogramnya jeruk tersebut dibeli dengan harga Rp 13 ribu. “Ini lagi bagus harganya,” terang Jimy Saptu, 27 April 2019.

Menurutnya, dalam sekali musim panen ia biasa mendapatkan sekitar 70-80 ton per hektare jeruk.

Ini Permintaan Maaf Wali Kota Terhadap Warga Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi

Jimy menjelaskan harga paling terendah di kisaran Rp 8 ribu per kilogram. Pada Sabtu, 27 April 2019 siang, Jimy memanen jeruk bersama pembelinya. Tak heran jika ia selalu bisa menjual habis hasil perkebunannya karena rasanya sangat manis.

“Keproknya di sini manis semua, bisa dicicipi sendiri jeruknya hampir enggak terasa asam sama sekali,” imbuhnya.

Selain itu, jeruk hasil kebunnya tersebut ternyata sudah ditunggu para pedagang di Solo, Jogjakarta, dan Jakarta. Jimy mengatakan jika produk jeruk di Gading kulon bisa awet sampai sebulan pascapanen. “Ditaruh kulkas malah bisa lebih lama itu,” pungkas Jimy. (***)

sumber: kumparan.com

Editor :