Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

KEBAKARAN

Sambil Minta Maaf ke Pak Jokowi, Pria Ini Bakar Kantor Desa dan Tayangkan di Live Facebook, Ini Alasannya

Sabtu | 04 Mei 2019 | 8:08

MEDIAKEPRI.CO.ID, Sulteng – Seorang pria asal Parigi, Sulawesi Tengah membakar kantor desa di Sulawesi Selatan karena kesal dengan pelayanan aparat terkait urusan Akta Jual Beli (AJB) tanah.

Menurut keterangan insiden tersebut terjadi di Kantor Desa Mallongi-longi, Lanrisang, Pinrang, Sulawesi Selatan pada Jumat, 3 Mei 2019.

Video kebakaran tesebut diunggah oleh akun Facebook Rahman Josh pada hari yang sama.

Pelaku tersebut bernama Muhammad Sai alias Lasade (42), warga Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Asah Kemampuan Prajurit Kodim Pati Gelar Latihan Menembak

Lasade nekat membakar kantor desa tersebut lantaran kecewa dengan pelayanan kantor desa.

Awalnya, beberapa bulan yang lalu, Lasade menjual tanah warisan dari orang tuanya sebanyak dua lokasi.

Dua lokasi tersebut berupa tanah sawah seluas 34 are dan tanah kering seluas 18 are dengan harga kurang lebih Rp 200 juta.

Lokasinya terletak di Dusun Kanarie, Desa Mallongi-longi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang.

Terbaru.. Nih Karpet Mobil yang Mudah Dibersihkan

Pelaku mengaku telah membayar lebih dari Rp 5 juta untuk biaya administrasi pengurusan AJB.

Namun, hingga sekarang prosesnya tak kunjung selesai sepenuhnya.

“Baru AJB sawah yang selesai, sedangkan AJB tanah kering belum jadi,” kata Lasade.

Lasade menyebutkan pihak desa beralasan AJB tersebut ada kesalahan sehingga belum bisa diselesaikan.

Siswi SMP yang Ditemukan Jadi Mayat, Ternyata Korban Pemerkosaan dan Pembunuhan Ayah Tiri

Karena ada kesalahan, pelaku pun diminta untuk membayar kembali biaya pengurusan AJB itu.

Dengan terpaksa ia menyetujui permintaan tersebut dengan syarat akan melunasi pembayaran setelah AJB selesai.

“Ternyata setelah saya 2 kali pulang balik dari Sulteng untuk mengurus, Kepala Desa belum menyelesaikan AJB tersebut,” jelas Lasade.

Ia kemudian ke Kantor Camat Lanrisang untuk mengonfirmasikan persoalan tersebut.

Namun, usahanya tidak membuahkan informasi dan jawaban yang jelas dari staf desa.

“Saya lalu meninggalkan kantor camat dan singgah di kantor desa untuk menjumpai kepala desa. Tapi, beliau tidak ada di tempat,” cerita Lasade.

Karena emosi, pelaku kemudian pulang ke rumah untuk mengambil bensin lalu kembali ke kantor desa.

Sesampai di sana, dia langsung membakar kantor desa dan menanyangkan ke Facebook-nya secara live.

Dalam videonya, Lasade juga berulang kali meminta maaf kepada Jokowi.

“Saya minta maaf kepada Pak Jokowi, inilah kelakuan aparat yang ada di desa, mereka hanya mengurus proyek-proyek dana dua milyar, dana satu koma delapan milyar tanpa mengurus warganya,” ungkapnya dalam video tersebut.

Setelah menunjukkan kebakaran yang terjadi, ia mengaku akan bertanggung jawab penuh atas kelakuannya.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Pinrang, AKP Darma Negara telah menerima laporan kejadian tersebut.

“Pelaku saat ini sudah diamankan di Mapolres Pinrang,” kata AKP Darma Negara.

AKP Darma Negara menyebutkan, pihaknya telah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi serta pelaku terkait kasus tersebut.

“Olah TKP kita sudah lakukan, dan memeriksa saksi-saksi serta pelaku. Beberapa barang bukti seperti seng bekas, kayu parang, dan HP pelaku juga telah kita amankan,” jelas Darma.

Tak hanya itu, petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti, seperti selembar seng bekas terbakar, sebatang kayu bekas terbakar, sebilah parang beserta sarungnyam dan sebuah handphone android.

“Situasi sampai saat ini kondusif,” pungkas AKP Darma Negara. (***)

sumber: tribunnews.com

Editor :