Minggu | 20 Oktober 2019 |
×

Pencarian

MEDIS

Pikirkan Lagi, Ini Resiko Turunkan Berat Badan Melalui Operasi

Minggu | 05 Mei 2019 | 9:51

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk melalui operasi. Cara ini dianggap lebih cepat walau lebih mahal dan terdapat sejumlah masalah lain yang mungkin muncul.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa seorang wanita yang pernah mengalami operasi penurunan berat badan dapat mengalami masalah ketika dia hamil kelak. Dilansir dari Medical Daily, diketahui bahwa wanita tersebut bakal mengalami komplikasi serta bayi yang dilahirkan cenderung prematur serta mengalami kelainan pada janin.

Hasil temuan ini muncul berdasar analisis kesehatan dari ibu dan bayi mereka. Data dari 14.800 ibu yang sebelumnya mengalami operasi penurunan berat badan dibandingkan dengan data 4 juta ibu yang tidak melakukan prosedur serupa.

Suami Bunuh Istri, Lalu Lukai Anak dan Mertuanya, Ini Kata Tetangga

“Temuan kami mengindikasikan bahwa wanita dengan riwayat bedah bariatrik serta pada bedah gastric bypass memiliki risiko lebih besar mengalami masalah sebelum kelahiran,” ungkap Zainab Akhter dari Newcastel University.

“Para wanita ini membutuhkan prekonsepsi spesifik serta dukungan nutrisi kehamilan,”sambungnya.

Tim peneliti tersebut mengungkap bahwa para ibu yang memiliki risiko tersebut harus mencapat dukungan tambahan selama kehamilan. Ibu yang mengandung berisiko mengalami diabtes dan hipertensi. Pada bayi, terdapat 57 persen risiko kelahiran prematur, 41 persen abayi tersebut mendapat perawatan usai dilahirkan, serta 29 persen mengalami kelainan. Risiko kematian bayi tersebut juga meingkat sebanyak 38 persen.

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih Tembus Rp 80.000/Kilogram

“Masih belum jelas bagaimana operasi penurunan berat badan dapat mempengaruhi perkembangan janin, namun kami mengetahui bahwa orang yang pernah mengalami bedah bariatrik cenderung kekurangan mikronutrisi,” jelas Zainab.

“Penelitian lebih lanjut masih butuh dilakukan untuk lebih memahami penyebab dari perbedaan ini,” tandasnya. (***)

sumber: merdeka.com

Editor :