Minggu | 20 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KURS

Mengawali Bulan Ramadhan, Rupiah Terjun Bebas

Senin | 06 Mei 2019 | 11:01

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Senin, 6 Mei 2019 dibuka semakin parah hingga menyentuh level Rp14.330/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan pekan ini.

Mengawali bulan Ramadhan hari ini, rupiah terjun bebas untuk mengiringi penguatan Yen Jepang serta kejatuan Yuan saat Presiden AS Donald Trump meningkatkan tensi perang perdagangan dengan China.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka ambruk sangat dalam menjadi Rp14.308/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah tak berdaya untuk melanjutkan tren negatif dari Jumat kemarin Rp14.282/USD.

Gagal Sumbang Medali untuk Indonesia, Pemuda Ini Lolos Jadi Anggota Dewan Termuda, Siapakah Dia?

Berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah juga tenggelam ke posisi Rp14.330/USD atau memburuk dibandingkan sesi perdagangan sebelumnya Rp14.263/USD. Rupiah terlihat masih terbebani sehingga masih bergerak di kisaran level Rp14.250 hingga Rp14.330/USD.

Bersumber dari Limas menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi merosot tajam hingga menuju level Rp14.305/USD. Raihan tersebut melengkapi kejatuhan kurs rupiah dalam satu pekan terakhir.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange anjlok ke level Rp14.331/USD dibandingkan akhir pekan kemarin pada posisi Rp14.265/USD. Kurs Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.125-Rp14.331/USD.

Ikuti Kemajuan Teknologi dan Bangun Cashless Society, BNI Sediakan Cash Management Bagi Jasa Raharja

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, mata uang safe haven yakni Yen Jepang tercatat naik dan Yuan tergelincir pada perdagangan hari Senin setelah Presiden AS Donald Trump mengancam bakal menaikkan tarif untuk produk-produk China. Sedangkan Beijing dilaporkan mempertimbangkan untuk membatalkan pembicaraan yang direncanakan berlangsung minggu ini, hingga mengirim aset berisiko bergejolak.

Investor merespons dengan menawar yen, yang dianggap sebagai investasi aman saat-saat bergelombang mengingat status Jepang sebagai kreditor terbesar dunia dan banyak aset di luar negeri. Dolar melemah menjadi 110,53 terhadap yen, setelah sebelumnya menyentuh posisi terdalam lima minggu di 110,335.

Jelang Ramadhan, Harga Bawang Putih Tembus Rp 80.000/Kilogram

Sedangkan pasar kembali dengan cenderung pergerakan yang tipis karena Jepang tetap libur, meskipun China kembali dari kehancurannya. Euro mencapai level terendah sejak Januari di sekitar 123,33 saat melawan yen dan terakhir berada pada posisi 123,56.

Mata uang tunggal stabil terhadap dolar di posisi 1,1191, sedangkan indeks dolar hampir tidak berubah pada level 97,519. Dolar naik 1% versus yuan Tiongkok menjadi 6.8007, sementara Shanghai blue chips kehilangan 4%. (***)

sumber: sindonews.com

Editor :