Senin | 16 September 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Setelah Kemenhub Turunkan, Nih Daftar Harga Tiket Pesawat Rute Populer yang Baru

Jumat | 17 Mei 2019 | 11:49

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Perhubungan telah mengeluarkan mengeluarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 106 Tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Dalam aturan baru tersebut, Kemenhub memutuskan menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat rute domestik sebesar 12 hingga 16 persen.

Maskapai nasional wajib menerapkan tarif baru ini paling lambat pada Sabtu 18 Mei 2019.

BACA JUGA:

Kenaikan Harga Tiket Pesawat dan Pemilu Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Harga Tiket Pesawat Masih Selangit, Ini Kata Menteri Perhubungan

Dalam lampiran Keputusan Menteri Perhubungan itu disertakan harga tiket pesawat di semua rute domestik setelah TBA-nya diturunkan.

Ini daftar harga tiket pesawat dengan rute-rute populer yang ada di Indonesia.

Dampak dari Tiket Pesawat yang Naik, Ini yang Dialami Kapal Pelni

Berikut rincian tarif batas atas (TBA) dan tarif batas bawah (TBB) di sejumlah rute populer di Indonesia:

Pertama: untuk rute Jakarta-Makassar TBA-nya dipatok di harga Rp 1.830.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 641.000.

Kedua: untuk rute Jakarta-Medan (Kualanamu) TBA-nya dipatok di harga Rp 1.799.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 630.000.

Ketiga: untuk rute Jakarta-Palembang TBA-nya dipatok di harga Rp 844.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 295.000.

Keempat: untuk rute Jakarta-Semarang TBA-nya dipatok di harga Rp 796.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 279.000.

Kelima: untuk rute Jakarta-Solo TBA-nya dipatok di harga Rp 906.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 317.000.

Keenam: untuk rute Jakarta-Surabaya TBA-nya dipatok di harga Rp 1.167000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 408.000.

Ketujuh: untuk rute Jakarta-Yogyakarta (Adisutjipto) TBA-nya dipatok di harga Rp 860.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 301.000.

Delapan: untuk rute Jakarta-Lombok Praya TBA-nya dipatok di harga Rp 1.396.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 489.000.

Kesembilan: rute Denpasar-Jakarta TBA-nya dipatok di harga Rp 1.431.000, sedangkan TBB-nya di harga Rp 501.000.

Namun, besaran tarif ini belum termasuk biaya PPN, Asuransi, biaya tambahan dan tarif pelayanan jasa penumpang pesawat udara (PJP2U).

“Keputusan baru ini akan dilakukan evaluasi secara berkala setiap tiga bulan atau jika terjadi perubahan signifikan yang mempengaruhi keberlangsungan kegiatan badan usaha angkutan udara,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Polana B Pramesti di Jakarta, Kamis, 16 Mei 2019.

Polana menjelaskan, evaluasi tersebut juga bisa dilakukan jika terjadi kenaikan harga avtur atau pun perubahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Sebab, biaya operasional pesawat rata-rata menggunakan dollar AS. “Dalam ketentuan ini asumsinya harga avtur rata-rata Rp 10.845 dan nilai tukarnya Rp 14.138,” kata Polana.

Memberatkan maskapai

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyatakan Kementerian Perhubungan harus bisa mengatur harga tiket agar bisa wajar, dan tidak boleh memaksa harga tiket harus murah.

Menurut Alvin, langkah Kementerian Perhubungan yang mewajibkan maskapai menurunkan harga tiket, tidak memperhatikan kondisi keuangan maskapai penerbangan.

Maskapai akan rugi jika tarif pesawat diturunkan.

“Kebijakan harus perhatikan pihak terkait, termasuk kepentingan airline. Tidak bisa semaunya menaikkan dan menurunkan. Saya khawatir jika Kemenhub menurunkan meminta maskapai menurunkan harga tiket, ini mengabaikan pihak airlines,” ujarnya Kamis, 16 Mei 2019. (***)

sumber: kompas.com

Editor :