Rabu | 23 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KRIMINALITAS

Malang Benar Nasip Ati, Sebelum Ditemukan Tewas, Ini yang Dialami Asisten Rumah Tangga Ini

Rabu | 22 Mei 2019 | 10:55

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Polisi mengatakan asisten rumah tangga (ART) yang kerap dianiaya oleh majikannya sudah lima hari tidak diberi makan sebelum akhirnya tewas.

“Korban sering mengalami kekerasan fisik dan terakhir koban sudah lima hari tidak diberi makan dan dimasukkan ke dalam kamar mandi, sehingga pada pukul 03.00 WIB korban ditemukan sudah tidak bernyawa,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Selasa, 21 Mei 2019.

ART malang itu yang diketahui bernama Linawati alias Ati (20) dan berasal dari Garut, Jawa Barat.

Ngabuburit Bareng Paguyuban Saund System dan Banser NU, Danramil Batangan Bagikan Takjil

Ati kerap mendapat kekerasan fisik dari majikannya yang berinisial TVL, seperti dipukul dengan ulekan dan setrika jika pekerjaannya dianggap kurang rapi.

Bukti kekerasan oleh TVL terlihat jelas dengan banyaknya bekas luka di jenazah Ati.

“Pada jenazah tersebut banyak terdapat bekas luka baru maupun lama, lebam dan sebagainya yang dimungkinkan akibat kekerasan fisik,” kata Budhi di Mapolsek Metro Penjaringan.

Sempat Berhenti, Massa Kembali Lempari Batu Stasiun Tanah Abang, Penumpang Menumpuk

15 Tahun Penjara

Tersangka TVL kini telah ditahan oleh Polsek Metro Penjaringan dan masih menjalani pemeriksaan intensif.

Pelaku penganiayaan terancam jerat pidana dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara. “Kami kenakan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pasal 44 Ayat 3 UU No.23/2004 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Budhi Herdi Susianto

Dalam konferensi pers di Mapolsek Metro Penjaringan, Kombes Budhi mengatakan polisi mengenakan UU KDRT karena peristiwa tersebut terjadi di dalam lingkup rumah tangga.

Duaarr.. Petasan Jumbo Itu Meledak, Dua Bocah Berlari dan Terluka

“Karena ini masih dalam lingkup rumah tangga, dalam hal ini korban adalah ART dari pelaku,” tutur Budhi. (***)

sumber: harianterbit.com

Editor :