Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

KEBAKARAN

Petani Tewas Terbakar, Ini Kata Polisi

Kamis | 23 Mei 2019 | 11:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pagarjati – Naas menimpa Emansyah (38), warga Desa Tumbuk Kecamatan Pagar Jati Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Soalnya, korban ditemukan tewas akibat pondok kebunnya terbakar api, sekitar pukul 09.00 WIB Selasa, 21 Mei 2019 pagi.

Diduga, korban terbakar bersamaan dengan pondok yang berada di tengah kebun kopi miliknya.

Saat ditemukan pertama kali, tubuh korban sudah tampak menghitam akibat hangus terbakar. Posisi tubuh korban tepat berada di tengah puing-puing pondok yang juga ludes dilalap si jago merah.

Selain Praktis dan Enak, Nih 5 Sajian Serba Oseng yang Bisa untuk Sahur dan Buka Puasa

Belum diketahui secara pasti penyebab korban terbakar, apakah terbakar tanpa sengaja bersamaan dengan pondok yang ditempatinya ataukah memang sengaja dibakar oleh orang tak dikenal (OTD).

“Saat ini, jasad korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi,” ungkap Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Ariefaldi Warganegara SH SIK MM melalui Kapolsek Pagar Jati, Ipda Saman SH.

Penggunaan WhatsApp, Facebook, dan Instagram Dibatasi Sementara, VPN Mendadak jadi Solusi, Yuk Intip Bahayanya

Dari pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, kata Kapolsek, korban berangkat dari rumah orang tuanya di Desa Tumbuk dengan tujuan menginap di kebun yang berlokasi sekitar 8 kilometer (Km) dari pemukiman warga, sekitar pukul 12.00 WIB, Senin, 20 Mei 2019.

Korban berangkat sendirian dengan membawa perbekalan (makanan dan minuman) selama menginap. Selang sehari kemudian, kedua saudara kandung korban, yakni Hero Joyo (27) dan Supandi (48) yang berniat untuk mengunjungi sang adik seketika dikejutkan melihat sang adik telah meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Setahun Menganggur, Conte Sepakati Kontrak dengan Inter, Segini Gajinya

”Korban memang biasa menginap di kebun.

Saat ini, kasus masih didalami,” tegas Kapolsek.

Sementara itu, dari hasil penelusuran, diketahui bahwa korban sempat ribut mulut dengan warga yang menginap tak jauh dari kebun kopi miliknya. Pun begitu, belum diketahui apakah ada keterlibatan antara perkelahian tersebut dengan meninggalnya korban.

“Murka, Rieta Amalia Minta Raffi Ahmad Pulangkan Nagita Slavina, Ada Apa Ya?

“Informasinya, sebelum kejadian korban memang sempat memukul warga dari Desa Kertapati.

Untuk diketahui, korban memang dikenal pendiam dan jarang bergaul dengan warga,” kata Tarmizi, warga Desa Tumbuk yang juga menjabat Ketua DPRD Kabupaten Benteng.(***)

sumber: bengkuluekspress.com

Editor :