Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

MEDIS

Dikira Ada Bulu Masuk Mata, Rupanya Penyakit yang Hampir Bikin Buta

Senin | 03 Juni 2019 | 18:50

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Victoria Maddock (27) mengira ada bulu mata yang jatuh ke dalam matanya suatu hari. Ia hanya mengucek-uceknya dan tiga hari kemudian ia terkejut saat terbangun dengan keadaan setengah buta di mata kanannya.

Awalnya ia hanya merasa buram dan mencoba mengatasinya dengan obat tetes mata. Akan tetapi lama kelamaan pandangannya semakin buram dan seperti berkabut, ia lalu memeriksakan diri ke dokter mata.

Dokter mendiagnosisnya dengan sindroma iridocorneal endothelial (ICE), di mana terjadi pembengkakan di kornea serta perubahan pada iris mata. Pembengkakan tersebut menekan terus-menerus hingga menyebabkan glaukoma, sebuah kondisi mata ‘berkabut’ yang biasa ditemukan pada orang tua.

Jika ia tak segera memeriksakan ke dokter, Victoria bisa saja benar-benar buta total dan permanen di mata kanannya.

Usai terdiagnosis, ia pun menjalani operasi untuk menguras air dari matanya hingga dua kali.

“Orang-orang berpikir bahwa glaukoma adalah penyakit orang tua, namun aku adalah bukti nyata bahwa penyakit itu bisa menyerang siapa saja pada umur berapapun. Aku hanya bersyukur bahwa aku tidak menunda-nunda untuk memeriksakan ke spesialis,” ujar wanita yang bekerja sebagai admin di lokasi konstruksi bangunan, dikutip dari Daily Mail.

Sindrom ICE umumnya menyerang wanita pada rentang usia 30-50 tahun, normalnya pada salah satu mata, menurut situs Bright Focus Foundation. Sel-sel abnormal di kornea mata bermigrasi menuju iris mata menyebabkan sindrom ini.

Victoria menjalani prosedur untuk membuang sebagian iris matanya agar cairan lebih mudah keluar. Sayangnya operasi pertama gagal karena ia masih mengalami gejala yang sama. Akhirnya kembali dilakukan operasi yang sama untuk kedua kalinya dan sukses.

Bertekad untuk membantu sesama pengidap penyakit ini, ia bekerja sama dengan yayasan amal riset mata Fight for Sight untuk menyebarkan kepedulian akan prevalensi glaukoma, terutama pada orang muda. Ia berkampanye agar makin banyak orang-orang yang menyadari perlunya tes mata rutin, setidaknya sekali dalam dua tahun.

“Tak pernah aku mengira hal ini akan terjadi padaku. Aku pakai kacamataku saat menonton televisi dan bioskop. Kini aku bersikeras agar semua teman dan keluargaku memeriksakan mata mereka secepat mungkin. Tak peduli walau pandangan matamu masih bagus sekalipun atau tidak, tetaplah pergi untuk mengecek,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :