Rabu | 18 September 2019 |
×

Pencarian

REGULASI

Peraturan Berubah Membuat Orang Tua Resah saat Daftarkan Anaknya Sekolah

Rabu | 19 Juni 2019 | 18:33

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pendaftaran calon siswa baru di sekolah favorit membuat para orang tua harus rela datang lebih awal bahkan ada yang sampai menginap demi mendapatkan nomor antrian.

Seperti yang dialami oleh salah seorang pendaftar di SMAN 3 Bogor, dirinya sudah datang lebih awal namun nyatanya nomor antrian yang diterima sudah nomor urut ratusan, karena ternyata banyak pendaftar yang sudah stand by dari dini hari bahkan menginap.

Sayangnya, setelah perjuangan mengantri yang cukup memakan waktu itu menghasilkan kekecewaan pada sebagian pendaftar. Pasalnya, jumlah antrian yang dibatasi sehingga tidak semua pendaftar di hari itu bisa melakukan pendaftaran di hari yang sama, alhasil mereka harus kembali di keesokan harinya dan mendaftar kembali.

Belum lagi sistem zonasi yang diterapkan saat ini, bukan jaminan ketika nomor urut antrian awal belum tentu bisa diterima di sekolah favorit. Karena yang lebih diutamakan adalah mereka yang berada di zona terdekat dengan sekolah, bahkan sekalipun mereka adalah siswa berprestasi tak mudah untuk diterima, karena hanya sebesar 5 persen saja yang bisa diterima di setiap sekolah negeri.

Sungguh miris, melihat setiap tahunnya kebijakan dalam penerimaan calon siswa baru selalu berubah-ubah, membuat orangtua ketar-ketir mencari sekolah untuk sang anak. Padahal sebelumnya setiap siswa telah mengikuti ujian untuk kelulusan dengan usaha mendapatkan nilai yang tinggi agar bisa masuk sekolah yang diidamkan. Namun, semua akan menjadi sia-sia ketika kebijakan setiap tahunnya berubah membuat siswa merasa jerih payahnya tak diapresiasi oleh pemerintah.

Sistem pendidikan yang masih carut marut, tak bisa memfasilitasi kebutuhan setiap pelajar mendapatkan kemudahan. Masyarakat dibuat bingung dan kesulitan saat tahun ajaran baru dimulai. Mulai dari pendaftaran hingga biaya yang akan dikeluarkan, terlebih mereka yang bersekolah di swasta maka biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak alias mahal.

Beginilah ketika sistem pendidikan bukan di bawah naungan sistem Islam, semua berjalan sesuai kepentingan dan perintah atasan, menjadi bahan percobaan. Alangkah baiknya kebijakan pendaftaran sekolah tak lagi membuat para orang tua resah. (***)

sumber: republika.co.id

Editor :