Kamis | 14 November 2019 |
×

Pencarian

MEDIS

Banyak Kasus Mati Jantung Mendadak saat Olahraga, Ini Penyebab dan Pencegahannya

Kamis | 27 Juni 2019 | 8:48

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Mati jantung mendadak atau sudden cardiac death adalah suatu kejadian seseorang bisa meninggal tidak sampai 24 jam setelah gejala. Diperkirakan ada 300 ribu kematian mendadak yang terjadi tiap tahunnya.

Spesialis jantung dari RS Harapan Kita, dr Reynold Agustinus Manullang, SpJP, pada usia produktif, mati jantung mendadak ironisnya banyak dialami oleh mereka saat sedang berolahraga misalnya ketika marathon. Beberapa waktu lalu bahkan kasus mengenai kematian mendadak saat lari kerap terjadi.

Selalu Ingat Kematian, Ini Tips Cegah Serangan Jantung Kedua dari Jhody ‘Super Bejo’

Perlu Diketahui, Obat-Obatan Herbal Juga Bisa Munculkan Bahaya pada Tubuh Loh

Mati jantung mendadak pada usia muda ketika berolahraga biasanya disebabkan karena banyak dari mereka tidak mengetahui apakah memiliki riwayat penyakit jantung atau tidak mengecek kondisi kesehatan terlebih dahulu yang pastinya akan menambah risiko.

“Apakah peserta memiliki sakit jantung atau riwayat minum obat jantung, itu yang perlu diperhatikan. Yang sangat jarang dilakukan ketika mereka ikut lomba, mereka tidak pernah memeriksakan diri ke dokter karena selalu menganggap dirinya sehat,” ujarnya rabu, 26 Juni 2019.

WOW!! Menteri Kesehatan Saja Minum Jamu Temulawak, Ternyata Ini Manfaatnya

Hal yang fatal sebenarnya jika seseorang merasa dirinya ‘sehat’ tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Sebab mereka tidak akan mengetahui apakah ada gangguan organ misal otot jantung mereka lebih tebal, atau tensi yang lebih tinggi sebelum melakukan olahraga dengan intensitas tinggi.

“Tingkat awarness kita untuk cek tensi aja sangat jarang. Ibaratkan diri kita sebagai mesin. Ketika mulai dengan RPM tinggi ketika lari, apa yang terjadi? Jebol nggak mesinnya?” tambahnya.

“Nah itu yang perlu kita ingat. Semakin rusak jantung kita kalau kita tidak rawat dengan baik,” tutupnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :