MEDIS

Luar Biasa, Bocah Tergemuk Sedunia Sukses Turunkan Berat Badan Ratusan Kg,Tapi Kenapa Harus Operasi Ya?

Sabtu | 29 Juni 2019 | 18:28

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Kini Aria Permana sudah berhasil mengikis gelar sebagai Bocah Tergemuk Sedunia dengan menurunkan bobot hingga 87 kg. Turunnya bobot Aria yang drastis dari 192 kg adalah berkat upayanya untuk hidup sehat dengan diet dan olahraga, serta operasi bariatrik yang ia lakukan pada 2017 lalu.

Operasi bariatrik merupakan sebuah prosedur ‘memangkas’ lambung. Biasanya operasi ini disarankan bagi orang yang obesitas ekstrem, seperti Aria. Bocah asal Karawang tersebut dibantu oleh tim OMNI Hospitals Alam Sutera yang dipimpin oleh dr Handy Wing, SpB, FBMS, FICS, dokter spesial bedah umum.

Operasi ini dapat dilakukan dengan beberapa metode, dan pada Aria dilakukan metode laparoscopic sleeve gastric surgery. Yaitu menyempitkan lambung dengan cara memotong sebagian besar lambung dan hanya menyisakan sekitar 30 persen.

“Untuk kasus ekstrem seperti Aria ini kan masih 10 tahun, masih masa pertumbuhan. Risikonya masih kecil karena tidak merubah anatomi, jadi risiko kekurangan nutrisi, gizi, vitamin lebih kecil,” terang dr Handy, beberapa waktu lalu.

Pemangkasan lambung ini merupakan tahap pertama dalam proses penurunan bobot Aria. Dalam kurun waktu satu tahun, dengan kegigihan Aria berhasil memangkas bobotnya hingga 87 kg, meski awalnya ia menargetkan mencapai 80 kg pada akhir tahun 2018 lalu.

Walau begitu, perjalanan Aria belum selesai. Akibat bobot yang turun drastis, kini Aria harus bersiap untuk menjalani operasi kedua, yakni operasi pengangkatan kulit yang menggelambir di tubuhnya setelah mengalami peregangan akibat lemak yang sebelumnya menumpuk di tubuh Aria.

“Iya, nanti sudah akan operasi lagi buat angkat kulitnya. Soalnya itu kulitnya udah banyak gitu kan (sisanya),” tutur Rohayah (37), ibunda Aria, di kediamannya di Kabupaten Karawang.

Awalnya ayah Aria, Ade Soemantri (43), merencanakan untuk melakukan operasi tersebut pada akhir tahun 2018 ketika berat Aria mencapai 80 kg. Sayangnya, biaya yang diperkirakan mencapai 200 juta rupiah merupakan angka yang sangat besar bagi mereka.

Dijelaskan oleh dokter kulit dari RS Surya Husada Bali, dr Laksmi Duarsa, SpKK, operasi pengangkatan gelambir merupakan proses kosmetik di mana sisa gelambir kulit hasil penurunan berat badan drastis dari obesitas ekstrem dipotong dengan prosedur tertentu.

Jika gelambir tersebut tidak segera dipotong tidak akan menimbulkan bahaya tertentu, namun dr Laksmi menyebut mungkin bisa berdampak pada penampilan yang terganggu. dr Laksmi mengatakan usai menjalani operasi tersebut, Aria bisa mengalami penyakit ini.

“Yang saya tahu akibat dari bedah plastik ini adalah kalau dia punya faktor keloid. Keloid itu daging tumbuh di bekas luka jahitan. Asal dokter bedah plastik ngambilnya bagus, tidak mengenai pembuluh darah atau saraf, ya aman,” tutur dr Laksmi, Kamis, 27 Juni 2019.

Bekerja sehari-harinya sebagai sekuriti di sebuah pabrik tekstil, tentunya sangat berat untuk Ade bisa mendapatkan uang sejumlah tersebut. Untuk menutup kekurangan biaya, Ade juga membuka saluran donasi lewat crowdfunding. (***)

sumber: detik.com

Editor :