Jumat | 13 Desember 2019 |
×

Pencarian

PASAR

Tumbuh Seiring Perkembangan Teknologi, Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Terjun ke Bisnis Waralaba

Sabtu | 06 Juli 2019 | 10:07

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Tak bisa dipungkiri, bisnis waralaba alias franchise memang terus menorehkan pertumbuhan positif beberapa tahun belakangan, meski keuntungannya mungkin tak bisa disamakan dengan saham.

Bagaimanapun, waralaba diprekdiksi bakal terus bertumbuh seiring perkembangan teknologi yang selalu menciptakan terobosan baru, seperti jasa antar makanan berplatform digital.

Apalagi, konsep waralaba cocok untuk masyarakat Asia Tenggara termasuk Indonesia.

Pertemuan dengan Suami Mantan Istrinya Itu Dilakukan Setelah Galih Bicara ‘Ikan Asin’ ke Fairuz

Bila Anda mulai tertarik berkutat dengan bisnis waralaba, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia Andrew Nugroho mengatakan mulailah dengan mengenali produk yang Anda pasarkan.

Sebab, pengenalan produk ini dapat membantu Anda mengetahui berapa biaya modal yang Anda butuhkan. “Kalau tanya modal, modal itu beragam, ya karena banyak sekali konsep (ide) baru yang kecil-kecil.

Setelah Temui Ma’ruf Amin, OSO Pastikan Akan Segera Temui Jokowi

Bisa mulai dari puluhan juta sampai ratusan juta, bahkan miliaran. Biasanya yang miliaran itu sudah punya merek, yang sudah terkenal. Jadi ada range yang besar sekali di sini,” kata Andrew Nugroho di Jakarta, Jumat, 5 Juli 2019.

Lihat manajemen Andrew mengatakan, meski modal memang berperan penting dalam setiap bisnis, bisnis waralaba ini juga perlu menentukan kuatnya manajemen yang sesuai dengan produk.

Mau Ponsel Murah Tapi Bisa ‘Memburu Sinyal’? Nih Advan S50 Prime

“Mau modalnya besar apa kecil, tapi ukuran kualitasnya tidak berbeda. Karena yang menentukan adalah manajemen dari si franchise itu.

Meskipun konsep kecil tapi manajemennya kuat, marketing dan SDM-nya bagus, itu bisa berhasil franchise-nya,” ujar Andrew. Jadi selain menyiapkan modal, Andrew menyarankan untuk mengecek ulang manajemen perusahaan yang Anda minati.

Cara termudah adalah dengan mendatangi kantornya dan lihat kinerja tim akuntansi dan tim quality control.

Pamit Perbaiki Dapur dan Kandang ayam, Suyatno Ditemukan Sudah Tewas Terbujur Kaku

“Untuk calon pebisnis menurut saya simpel saja, coba datang ke kantornya, apakah mereka punya tim akuntansi atau tim quality control, itu penting,” jelas Andrew.

“Karena ketika kita ingin menjalankan bisnis sendiri kita perlu dukungan, kita enggak mau ditinggal begitu saja. jadi kita harus datang apakah mereka sudah siap untuk menjual franchise-nya itu ke orang lain atau malah belum siap sama sekali,” pungkasnya.(***)

sumber: kompas.com

Editor :