MEDIS

Suaminya Dibacok Karena Terkena Baby Blues Pasca Melahirkan, Ini Komentar Psikolog

Selasa | 16 Juli 2019 | 14:56

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Di Sukabumi, Jawa Barat, heboh kasus seorang wanita bernama Aminah (43) membacok suaminya sendiri. Hal ini dipicu karena sang suami kerap meminta berhubungan badan padahal Aminah baru melahirkan dua bulan yang lalu.

Lewat pemeriksaan medis polisi menyebut Aminah mengidap baby blues atau sindrom depresi pascamelahirkan.
Saat ini pihak kepolisian sedang mengedepankan mediasi antara pelaku dan korban.

“Kita akan memberikan pemahaman soal depresi pasca melahirkan ini kepada warga di lokasi kejadian, hasil medis akan kita beberkan dengan melibatkan dinas kesehatan.

Harapannya pasangan suami istri ini bisa kembali rukun dan diterima kembali oleh lingkungannya,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.

Menurut studi yang dipublikasi di jurnal Advances in Neonatal Care 2003 baby blues sebetulnya cukup umum bisa terjadi pada 80 persen ibu. Tapi tentu tidak semua kasus baby blues sampai berakhir melakukan tindak kekerasan.

Psikolog keluarga Nuzulia Rahma menjelaskan kalau seorang ibu sampai terdorong untuk melukai orang sekitar bahkan bayinya sendiri bisa jadi itu gejala kondisi yang lebih serius yaitu depresi pascamelahirkan atau malah psikosis pascamelahirkan.

“Baby blues itu hal yang normal ada pada hampir setiap ibu setelah melahirkan, 80 persen ibu melahirkan, dan akan sembuh dengan sendirinya. Sembuh 2 minggu sampai 1 bulan, kalau belum hilang berarti itu bukan baby blues,” kata Nuzulia kepada detikHealth.

“Baby blues bukan gangguan psikologis. Cukup tidur makan makanan sehat, dibantu pekerjaannya, pasangan bantu. Kelelahan itu diatasi,” pungkasnya. (***)

sumber: detik.com

Editor :