Senin | 14 Oktober 2019 |
×

Pencarian

ASUSILA

Mantan Guru Ditangkap Karna Terlibat Pesta Seks di Villa

Kamis | 18 Juli 2019 | 20:12

MEDIAKEPRI.CO.ID, Pasuruan – Polisi menggerebek pesta seks yang digelar di sebuah vila, kawasan Prigen, Pasuruan. 7 orang ditangkap polisi dalam penggerebekan ini.

Penggerebekan pesta seks di villa ini dilakukan oleh Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Ahad, 14 Juli 2019 dini hari.

Mirisnya satu tersangka berinisial AK ditangkap ternyata mantan guru sekolah swasta di Surabaya.

Kanit V Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKP Aldy Sulaiman mengatakan, ke tujuh orang yang terlibat pesta seks tersebut diketahui terdiri dari dua orang suami istri sah, dua orang pasangan tidak sah, dan tiga orang sisanya, masing-masing single.

“Tujuh orang itu kita amankan dari salah satu villa. Ada 4 orang laki-laki dan 3 orang perempuan. Satu orang atas nama inisial AK kita tetapkan sebagai tersangka,” kata Aldy, Kamis, 18 Juli 2019.

Dari penyelidikan polisi, pria asal Sambikerep, Surabaya itu diidentifikasi sebagai orang yang menginisiasi pesta seks tersebut.

“Dalam pesta seks tersebut, tersangka sebagai pengundang orang-orang itu. Sisanya, 6 orang yang ikut pesta statusnya sebagai saksi,” ujarnya.

Dalam kasus ini, AK yang memperkenalkan dan mempromosikan pesta seks tersebut melalui media sosial twitter. Jika ada yang tertarik tersangka kemudian menghubungi kliennya melalui Direct Massage (DM) dan WhatsApp.

Aldy menyebutkan, dalam menggelar pesta seks, tersangka AK menarik tarif antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu pada tiap peserta atau pasangan yang datang. Uang itu dipergunakan untuk membayar perempuan yang melayani tamu tanpa pasangan.

Tersangka, kata Aldy, mengaku baru empat kali melakukan pesta seks tersebut. Ia juga memperoleh keuntungan dari praktik tersebut. Namun berapa besarannya, penyidik, masih terus melakukan pendalaman.

“Dari 4 kali pengakuan tersangka, lokasinya bukan hanya di Prigen dan Tretes saja, tapi juga di Surabaya dan kota lainnya. Tergantung kesepakatan pengguna dan tersangka,” ujarnya.

Atas perbuatannya, AK dijerat Pasal 290 KUHP yang berbunyi barang siapa yang mengadakan atau memudahkan cabul dengan orang lain dengan ancaman satu tahun empat bulan. Dan pasal 506 KUHP tentang tidak pidana mengambil keuntungan dari pelacuran, dengan ancaman satu tahun penjara. (***)

sumber: merdeka.com

Editor :