Kamis | 14 November 2019 |
×

Pencarian

KULINER

Jalan-jalan ke Salatiga Yuk Mampir di Warung Sate Kambing Masyhudi dan Rasakan Sate Kambing Muda Bang Rhoma yang Lezat

Minggu | 21 Juli 2019 | 14:41

MEDIAKEPRI.CO.ID, Salatiga – Kota Salatiga dikenal sebagai kawasan wisata kuliner. Ada sejumlah jenis makanan yang menjadi kesukaan masyarakat luas. Salah satunya sate kambing, seperti sate kambing muda Masyhudi atau yang lebih dikenal dengan sebutan sate kambing muda Bang Rhoma. Rasa sate ini lezat dan dagingnya empuk. Kelezatannya menggugah selera makan.

Selain itu, ada hal unik di warung sate kambing Masyhudi. Banyak yang bertanya-tanya, mengapa disebut sate kambing muda Bang Rhoma? Ternyata, sebutan itu mencuat gara-gara di dalam warung sate kambing ini banyak terpasang foto Rhoma Irama. Sang pendiri warung, almarhum Masyhudi, rupanya merupakan sahabat karib penyanyi berjuluk Raja Dangdut itu.

Menantu almarhum Masyhudi, Menik Kusumawati, 42, mengatakan warung sate kambing muda Bang Rhoma telah dirintis oleh mertuanya sejak 1970 di kampung kelahiran sang mertua di Tapen, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. “Seiring perjalanan waktu dan banyaknya pelanggan, usaha yang dulu hanya dijajakan dengan angkringan kecil ini akhirnya berkembang,” kata Menik beberapa waktu lalu.

Pada 1980 warung sate Bang Rhoma pindah lokasi ke tengah Kota Salatiga, tepatnya menempati sebuah rumah kontrakan di Jalan Veteran, Ledok, Salatiga. Kemudian pada 1998, warung sate kambing muda ini menempati lahan baru yang dibeli oleh almarhum Masyhudi, yaitu di lokasi yang sekarang. Menurut Menik, banyaknya pelanggan dan pengunjung ke warung sate Bang Rhoma karena sejak dulu mengutamakan cita rasa sehingga konsumen suka.

“Dagingnya berasal dari kambing muda pilihan, jadi empuk digigit dan tidak berlemak,” ujarnya. Selain itu, kata Menik, bumbunya juga terbuat dari rempah-rempah pilihan, seperti bawang merah, bawang putih, merica, dan lain-lain yang kesemuanya berkualitas kelas satu. Jadi, bumbu tersebut akan terasa lebih enak saat hidangan sate disantap.

Tidak hanya itu, selain terdapat pelengkap hidangan sate berupa nasi putih, irisan mentimun, acar, dan tomat, sate kambing muda Bang Rhoma juga disajikan menggunakan wadah hot plate sehingga sate akan tetap tersaji dalam keadaan panas. Inilah yang membuat sate kambing muda Bang Rhoma bisa menarik minat banyak pelanggan.

“Disajikan dengan piring panas supaya sate tetap panas dan hangat di lidah karena sate itu lebih nikmat disantap saat masih panas atau hangat. Saya sebagai penerus usaha tetap mematenkan ciri dan bumbu khas warung sate ini,” imbuhnya. Menik menyatakan, warung sate kambing muda Bang Rhoma beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga 22.00 WIB. Dan selalu ramai serta menjadi jujugan penikmat daging kambing.

Bukan hanya sate yang menjadi andalan. Di warung ini juga tersedia menu berbahan dasar kambing lain, yaitu tongseng, gulai, tengkleng, dan nasi goreng kambing. Tentu juga tak ketinggalan aneka minuman segar. Pengunjung bisa memesan es beras kencur yang segar, jahe es teh, dan sebagainya. “Alhamdulillah, banyak pengunjung dan pelanggan yang datang. Banyak yang dari luar kota, tapi pelanggan kami juga tidak sedikit yang berasal dari Salatiga dan sekitarnya,” sebut Menik.

Tidak itu saja, di warung ini juga melayani pesanan, seperti menu untuk pesta pernikahan, syukuran akikah, dan sebagainya. Menurut Menik, pada hari-hari biasa pelanggan satenya tidak hanya dari Salatiga dan sekitarnya, melainkan juga berasal dari daerah Solo, Semarang, Kendal, Boyolali, dan sebagainya. “Kalau pelanggan dari Jakarta dan sekitarnya biasanya mampir pas mudik,” imbuhnya.

Menik menyatakan, satu porsi sate kambing dan nasi di warungnya cukup terjangkau alias tidak mahal. Satu porsi sate kambing dihargai Rp35.000. Kemudian untuk tongseng Rp25.000 per porsi. Sementara itu, salah seorang konsumen bernama Unggul, 40, warga Semarang mengaku, merupakan pelanggan di warung sate Bang Rhoma. Setiap kali bepergian dan kebetulan pada waktu sarapan atau makan siang berada di Salatiga, pasti menyempatkan diri mampir di warung Bang Rhoma.

“Selain dagingnya empuk, bumbu satenya juga merasuk dan dihidangkan dalam keadaan panas terus karena memakai hot plate,” katanya. Menurut Unggul, hal yang membedakan warung Bang Rhoma dengan yang lain adalah rasa menunya yang khas dan tidak berlemak. “Saya suka dan cocok dengan sate di sini. Saya sudah lama jadi pelanggan,” pungkasnya.(***)

sumber: sindonews.com

Editor :