Kamis | 14 November 2019 |
×

Pencarian

ANEKA

Meski Kondisi Belum Stabil, Wisata Gunung Tangkuban Parahu Akan Buka Kunjungan Hari ini

Sabtu | 27 Juli 2019 | 12:41

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu berencana membuka pintu kunjungan wisatawan hari ini pasca-erupsi atau letusan pada Jumat sore, 26 Juli 2019.

Menurut Direktur Utama PT Graha Rani Putra Persada, Putra Kaban, area kunjungan wisatawan masih dibatasi.

“Di daerah Jayagiri bisa, kalau ke kawah belum bisa,” katanya saat dihubungi Sabtu, 27 Juli 2019. Daerah Jayagiri yang dimaksud adalah terminal bus pengunjung di dalam area Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu.

Di sana, ada taman-taman dan suasana hutan yang bagus. Jaraknya dari lokasi itu ke Kawah Ratu yang meletus sekitar 2 kilometer.

“Masuknya dari pintu biasa ke Tangkuban.”

Putra Kaban menjelaskan pada Sabtu pagi tadi, dia bersama petugas dan aparat kepolisian, tentara, serta pejabat daerah meninjau lokasi di sekitar sumber erupsi.

“Kondisi di atas (puncak) sudah normal. Kawahnya dalam kondisi biasa,” ujar dia.

Hanya saja, pihaknya tetap menjalankan rekomendasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau PVMBG. Utamanya radius aman sejauh 500 meter dari Kawah Ratu.

“Jam per jam kami ikuti perkembangan situasi gunung dari PVMBG,” katanya.

Pengelola wisata Gunung Tangkuban Parahu juga berencana mengerahkan pegawainya untuk membersihkan abu vulkanis semburan letusan di sekitar kawah pada siang ini.
“Pembersihan pakai alat manual, pasukan kami banyak di sini,” ujar Putra Kaban.

Sementara itu Kepala Bagian Tata Usaha PVMBG, I Gede Suantika dalam jumpa pers pagi ini di kantornya memastikan lokasi wisata Gunung Tangkuban Parahu masih ditutup pagi ini. “Sampai kapan kita lihat dulu situasinya,” ujar dia.

Hasil analisis PVMBG menunjukkan Gunung Tangkuban Parahu masih berpotensi kembali erupsi karena tremor atau getarannya masih terus berlangsung. Evaluasi data pemantauan terkini mengindikasikan potensi terjadinya erupsi besar masih belum teramati.

Aktivitas Gunung Tangkuban Parahu berada dalam kondisi yang belum stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Ancaman bahaya yang paling mungkin terjadi saat ini berupa hembusan gas vulkanik dengan konsentrasi berfluktuasi di sekitar Kawah Ratu.

Dampaknya, bisa membahayakan kesehatan dan keselamatan jiwa pengunjung, pedagang, masyarakat sekitar, bila kecenderungan konsentrasi gas-gas vulkanik tetap tinggi. “Erupsi freatik dan hujan abu di sekitar kawah berpotensi terjadi tanpa ada gejala vulkanik yang jelas,” kata Kasubdit Mitigasi Gunungapi Wilayah Barat PVMBG, Nia Haerani. (***)

sumber: tempo.co

Editor :