ANEKA

kritikan Ketua MUI Jember Terhadap Penampilan Cinta Laura di Grand Carnaval Jember Fashion Carnaval (JFC)

Senin | 05 Agustus 2019 | 20:24

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jember – Penampilan artis Cinta Laura Kiehl saat Grand Carnaval Jember Fashion Carnaval (JFC) mendapat sorotan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember. MUI menilai pakaian yang dikenakan Cinta Laura kurang pantas ditampilkan di tengah masyarakat. Apalagi Jember dikenal sebagai kota yang religius.

“Jauh-jauh datang ke Jember kok hanya pamer aurat,” kata Ketua MUI Jember Prof. Abdul Halim Subahar, Senin 5 Agustus 2019.

Menurut pria yang karib disapa Gus Halim ini, Yayasan JFC sebagai penyelenggara dan penggagas desain busana untuk bintang film Oh Baby itu, telah gagal memberikan tontonan yang baik. Terutama berkaitan dengan ciri khas dari Jember.

“Kostum seperti itu, tidak pantas dipertontonkan di ruang publik! Nggak ada yang bisa dibanggakan. Penampilan begitu akan merusak moral generasi muda,” tukas Gus Halim yang akan berkoordinasi dengan jajaran pengurus MUI terkait acara Jember Fashion Carnaval.

Dikonfirmasi terpisah, Event Director JFC Intan Ayundavira menegaskan, “masing – masing orang memiliki standar sendiri mengenai batas kesopanan. Selama ini tidak ada aturan baku sejauh mana batas kesopanan tersebut.” Kata Intan.

“Bahkan kalau dikaitkan dengan budaya, kIta akan kesulitan menyebut apakah pakaian orang itu sopan atau tidak. Contoh, pakaian orang Jawa, kan seperti itu. Apalagi pakaian adat orang Papua, apakah kemudian kita menyebut mereka berpakaian tidak sopan? Kan tidak seperti itu,” terangnya.

Demikian juga ketika dikaitkan dengan aurat. Menurut Intan, persepsi menutup aurat masing-masing juga berbeda.

“Di kalangan muslim sendiri kan juga berbeda, ada yang bilang berhijab tetapi siluet bentuk tubuh terlihat, dianggap belum menutup aurat. Ada lagi yang beranggapan berhijab tapi tidak bercadar termasuk belum menutup aurat. Jadi persepsinya memang berbeda – beda,” kata Intan.

Oleh karena itu, Intan mengajak semua pihak untuk lebih bijak menyikapi. Sebab masing-masing orang menurutnya memiliki sudut pandang yang berbeda.

“Yang terpenting, JFC ini hadir dalam rangka menampung kreatifitas kaum muda di bidang model dan budaya, dan membawa nama Jember dan Indonesia di kancah Internasional. Dan Cinta Laura menjadi bagian yang sangat mendukung dalam gelaran JFC ini,” pungkas Intan.

Kehadiran Cinta Laura dalam Jember Fashion Carnaval adalah sebagai brand ambassador acara yang sudah memasuki tahun ke-18 penyelenggaraan. Cinta sama sekali tidak dibayar untuk menjadi duta JFC yang pada tahun ini kehilangan penggagasnya yaitu Dynand Fariz.

Cinta hadir di acara puncak Jember Fashion Carnaval (JFC) 2019, Minggu 4 Agustus 2019 dengan berbalut kostum bertema Dayak. Kostum yang dibuat oleh Yayasan JFC itu memungkinkan Cinta untuk memamerkan kaki jenjangnya. Inspirasinya adalah Hudoq, sejenis festival yang berupa tarian ungkapan syukur yang digelar oleh sub-etnis Dayak di Kalimantan Timur. (***)

sumber:detik.com

Editor :