Kamis | 14 November 2019 |
×

Pencarian

MEDIS

Jaga Kesehatan, Selain Mematikan, Biaya Medis Perawatan Penyakit Kritis Mahal

Rabu | 07 Agustus 2019 | 6:37

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Penyakit kritis menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Menurut data dari WHO, sebanyak 35 persen kematian di Indonesia disebabkan oleh kardiovaskular dan 12 persen disebabkan oleh kanker.

Selain kedua penyakit tersebut, diabetes dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) juga menjadi penyebab 6 persen kematian di Indonesia. Tak hanya itu, biaya perawatan medis yang dikeluarkan penyakit tersebut tergolong mahal bahkan mencapai ratusan juta.

Dalam perawatan kardiovaskular, biaya operasi bypass jantung mencapai Rp150-300 juta. Sedangkan untuk pemasangan ring jantung biayanya mencapai Rp50-100 juta. Selain kardiovaskular, kanker juga membutuhkan biaya yang cukup besar. Biaya perawatan kanker berkisar dari Rp102 juta hingga Rp106 juta tiap bulannya.

Untuk perawatan pasien diabetes, biaya yang digunakan untuk konsultasi dokter dan pengobatan mencapai Rp13 juta hingga Rp26 juta per tahun. Selain itu, untuk biaya cuci darah dapat mencapai Rp50 juta hingga Rp60 juta per tahun. Sedangkan untuk PPOK, pasien rata-rata menghabiskan Rp3,5 juta untuk sekali terapi dan rawat inap.

Mahalnya biaya yang dikeluarkan untuk perawatan penyakit tersebut seharusnya menyadarkan masyarakat untuk meninggalkan pola hidup yang tidak sehat. Data WHO menunjukkan bahwa merokok merupakan faktor utama penyebab timbulnya penyakit kritis dengan angka sebesar 39 persen.

Pola hidup tidak sehat lainnya seperti kurang olahraga dan asupan garam berlebih juga menjadi penyebab timbulnya penyakit kritis.(***)

sumber: sindonews.com

Editor :