Selasa | 22 Oktober 2019 |
×

Pencarian

KURS

Satu Alasan Ini Buat Rupiah Tak Bisa Taklukan Dolar AS

Kamis | 08 Agustus 2019 | 10:48

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Nilai tukar rupiah lagi-lagi tertekan di hadapan dolar AS. Mirisnya lagi, rupiah menjadi satu-satunya mata uang Asia dan dunia yang terkoreksi di hadapan mata uang Paman Sam itu.

Kala pembukaan pasar spot Kamis, 8 Agustus 2019, rupiah sudah menguat 0,04% ke level Rp14.210 per dolar AS. Namun sayang, rupiah terganjal oleh satu sentimen domestik yang akhirnya membuat rupiah kembali ke zona merah.

Sentimen tersebut tidak lain adalah rilis data neraca pembayaran Indonesia (NPI) yang akan diumumkan esok hari oleh Bank Indonesia (BI). Rilis data tersebut menjadi krusial karena berkaitan dengan data transaksi berjalan (current account).

Apalagi, BI memprediksi defisit transaksi berjalan Indonesia di kuartal II 2019 akan lebih dalam daripada kurtal sebelumnya. Hal itu mengakibatkan pergerakan mata uang akan bergantung pada arus modal di pasar keuangan dan tentu saja hal demikian menjadi ancaman tersendiri bagi rupiah.

Selagi menunggu rilis data tersebut, pelaku pasar memilih untuk wait and see dengan melepas rupiah. Alhasil, hingga pukul 10.02 WIB, rupiah terdepresiasi 0,08% ke level Rp14.234 per dolar AS. Rupiah juga tertekan di hadapan dolar Australia (-0,36%), poundsterling (-0,34%), dan euro (-0,15%).

Sementara itu, di jajaran mata uang Asia, sudah pasti rupiah menjadi yang terlemah tatkala mata uang lainnya kompak menguat di hadapan dolar AS. Rupiah terkoreksi paling dalam oleh dolar Taiwan (-0,46%), yuan (-0,35%), won (-0,17%), dolar Singapura (-0,14%), yen (-0,111%), dolar Hongkong (-0,11%), dan baht (-0,09%).(***)

sumber: wartakepri.co.id

Editor :