Minggu | 20 Oktober 2019 |
×

Pencarian

PENDIDIKAN

SMK Prakarya Internasional Bandung Terapkan Pembelajaran Virtual reality

Kamis | 08 Agustus 2019 | 19:54

MEDIAKEPRI.CO.ID, Bandung – Guna mengikuti perkembangan zaman di bidang pendidikan dan menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Prakarya Internasional Bandung menerapkan metode pembelajaran virtual reality (VR) dalam mata pelajaran produktif rekayasa perangkat lunak (PRPL) dan teknik komputer jaringan (TKJ).

Wakil Kepala SMK Prakarya Internasional Bandung Bidang Kurikulum, Irwan mengatakan, metode ini juga untuk mengenalkan kepada guru mengenai media pembelajaran berbasis teknologi dalam menyongsong revolusi industri 4.0. 

“Langkah ini dilakukan guna memanfaatkan teknologi di dunia pendidikan yang semakin canggih. Selain itu, bisa menjadi ajang bagi guru untuk merancang berbagai pembelajaran yang tidak membosankan kepada peserta didik,” ujar Irwan saat dihubungi, Kamis (8 Agustus 2019).

Irwan menjelaskan, mengingat VR merupakan teknologi powerful dan menarik yang bisa meniru dunia nyata melalui komputer dengan melibatkan semua indera maka diperlukan pemahaman yang benar. Selain itu, teknologi ini juga untuk menunjang pendidikan dan meningkatkan efektivitas belajar siswa. 

Salah satunya, lanjut Irwan, teknologi ini bisa diterapkan dalam pelajaran matematika yang berkaitan dengan geometri. Dengan bantuan alat ini, siswa juga dapat bereksperimen menirukan berbagai objek di sekitar. Terutama di sekolah kejuruan, pembelajaran mengenai PRPL dan TKJ sangat terbantu. 

“Metode ini jelas berbeda dibandingkan metode lainnya. Selain up to date, cara ini juga sangat interaktif karena bisa memvirtualisasikan objek atau benda. Dalam artian, benda yang tidak ada tetapi seolah-olah ada lewat kacamata 3D tersebut,” paparnya seperti dalam laman disdik.jabarprov.go.id.

Irwan mengungkapkan, SMK PI Bandung sangat mempersiapkan metode pembelajaran VR. Bahkan, sebelumnya sekolah telah menggelar pelatihan dengan lembaga Training Shintar Virtual Reality dan Millea Lab pada Juli 2019. Hingga memasuki Agustus, sebagian besar guru telah menerapkan metode ini di dalam kelas. Namun, sebagian masih tahap mempelajari karena sistem dari Millea Lab konten aplikasi bagi creator VR masih dalam tahap pengembangan.

“Jadi, guru-guru masih membuat konten yang sederhana untuk diaplikasikan ke handphone Android dan bisa dilihat di kacamata VR. Ini juga sekaligus menjadi harapan bagi sekolah bisa menciptakan konten sendiri berbasis virtual reality yang nantinya bisa diaplikasikan,” ujarnya.

Metode ini ternyata pernah diteliti oleh Beijing Bluefocus E-Commerce Co.Ltd. dan Beijing iBokan Wisdom Mobile Internet Technology Training Institution. Di tahun 2016 menunjukkan bahwa teknologi VR yang diaplikasikan pada proses pendidikan memberikan hasil sangat positif. Ini dikaitkan dengan tingkat pencapaian siswa dalam penggunaan VR pada proses pembelajaran. (***)

sumber : galamedianews.com

Editor :