Jumat | 06 Desember 2019 |
×

Pencarian

RAGAM

Peristiwa Hujan Meteor Akan Terjadi, Berikut Lokasi yang Tepat

Senin | 12 Agustus 2019 | 15:52

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Peristiwa langka hujan meteor akan kembali terjadi di seluruh belahan dunia. Fenomena hujan meteor, Perseids, akan terjadi pada malam 12-13 Agustus 2019.

Menurut pakar meteor NASA, Bill Cooke seperti dilansir dari Space.com, kali ini penampakan hujan meteor diperkirakan tersapu oleh cahaya Bulan karena dekat dengan purnama.

Karenanya, hanya akan ada 10-15 meteor dalam satu jam, namun berpotensi lebih banyak dalam malam puncak. Pada tahun ledakan, seperti 2016, jumlah tersebut bisa menjadi 150-200 meteor per jam.

“Sayangnya, bulan akan sangat dekat dan penuh pada malam puncak, yang akan menyamarkan Perseids yang lebih redup,” kata Cooke seperti dikutip dari harian KR Jogja.

Dia menambahkan, meteor akan terlihat sebelum bulan muncul.

“Anda masih akan melihat Perseids. Anda dapat menyaksikan di malam hari ketika bulan belum ada,” tambahnya.

Meskipun bulan dapat merusak sebagian besar pertunjukan itu, tapi dia menggambarkan hujan meteor itu berwarna cerah, seperti bola api.

Lantas, bagaimana cara paling tepat agar bisa menyaksikan hujan meteor? Pergilah ke Lokasi Paling Gelap

Cara terbaik untuk melihat meteor adalah dengan pergi ke lokasi paling gelap dan bersandar untuk mengamati sebanyak mungkin langit tepat di atas kepala Anda.

Hujan meteor akan terlihat puncaknya pada pukul 22.00 malam di zona waktu lokal, hingga subuh. Sebelum jam-jam itu, hanya akan terdapat sedikit meteor.

Bagi orang yang berada di garis lintang selatan dapat melihat ke arah timur laut untuk melihat lebih banyak meteor.

Para pengamat yang akan menyaksikan meteor juga dapat melihat Mars, yang akan terlihat hingga sekitar pukul 04.00 pagi di zona waktu setempat serta Saturnus (terlihat hingga sekitar jam 02.00 pagi waktu setempat).

Memang, semakin tinggi radiant sebuah hujan meteor, maka semakin banyak juga kemungkinan meteor yang akan terlihat. Sementara faktor lain yang mempengaruhi jumlah meteor di antaranya deklinasi arah datang (radiant) hujan meteor tersebut.(***)

sumber: wartaekonomi.co.id

Editor :