PASAR

Ini Penyebab Anjloknya Harga Kulit Sapi dan Domba

Selasa | 13 Agustus 2019 | 6:48

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Harga kulit sapi dan domba pada Idul Adha tahun ini mengalami penurunan yang drastis. Hal itu disebabkan banyaknya penyamak kulit yang gulung tikar atau pindah profesi.

Ketua Bidang Advokasi Hukum dan Humas Asosiasi Pemyamak Kulit Indonesia (APKI) Kabupaten Garut, Sukandar, membenarkan anjloknya harga kulit sapi dan domba tersebut sehingga berdampak menumpuknya persediaan kulit sapi dan domba/

“Iya benar, harga kulit sapi dan domba pada kurban tahun ini turun drastis, anjloknya sangat jauh. Tahun ini memang sangat murah,” ujarnya saat dihubungi, Senin, 12 Agustus 2019.

Menurut Sukandar, pada tahun ini kulit sapi hanya dihargai Rp 6 ribu perkilonya. Sementara untuk kulit domba lebih murah, yakni Rp 20 ribu per lembarnya.

Padahal, terang Sukandar, pada tahun lalu harga kulit sapi mencapai harga tertinggi dengan Rp 12 ribu perkilonya. Sementara untuk kulit domba, dihargai hingga Rp 70 ribu per lembarnya.

Sukandar menyebutkan, anjloknya harga kulit sapi dan domba ini karena para penyamak banyak yang beralih ke pekerjaan lain, disamping juga tidak sedikit yang gulung tikar.

“Sekarang banyak penyamak yang gulung tikar juga ada yang beralih profesi, sehingga hal ini mengakibatkan adanya penumpukan kulit dan permintaan rendah sehingga harga pun jadi turun,” ucapnya.

Sukandar menuturkan, meski pengrajin kulit setiap harinya membutuhkan banyak sekali kulit sapi maupun kulit domba, tapi ketika penyamaknya kebanyakan tidak ada, hal ini akan mengakibatkan terjadinya penurunan harga kulit.

Sementara itu, Asep (41), salah eorang pengepul kulit, mengaku bahwa saat ni harga kulit, baik sapi maupun domba menjadi yang terendah selama beberapa tahun terakhir ini.

Asep mengungkapkan, biasanya setiap Idul Adha atau kurban, dirinya mampu mengumpulkan puluhan bahkan ratusan kulit sapi dan domba.

Biasanya dirinya pada setiap kurban mengumpulkan puluhan bahkan ratusan kulit sapi dan domba. Namun pada tahun ini, dirinya hanya menarik tidak lebih dari 10 kulit saja.

“Harganya itu hancur sekarang. Turunnya juga hampir setenahnya dari tahun lalu. Jadi kalau beli banyak-banyak juga percuma, rugi,” katanya.(***)

sumber: galamedianews.com

Editor :