Kamis | 19 September 2019 |
×

Pencarian

MEDIS

Awalnya Kakek yang Berumur 72 Tahun Ini Merasakan Sakit di Tenggorokannya ,Ini Sebabnya

Jumat | 16 Agustus 2019 | 20:30

MEDIAKEPRI.CO.ID, Jakarta – Pria berusia 72 tahun dibuat bingung karena kondisi tenggorokannya tiba-tiba memburuk, dan dia tidak mengetahui penyebabnya. Setelah operasi kecil di perutnya, pria merasakan sakit, batuk darah dan tidak dapat menelan makanan padat selama sepekan.

Menurut dokter ruang gawat darurat yang memeriksa bagian belakang tenggorokannya mengatakan, mereka tidak menemukan sesuatu yang aneh. Usai memerintahkan dilakukannya rontgen dada dan tes darah, mereka memberi tahu pria itu bahwa ia menderita infeksi saluran pernapasan bawah dan ia dikirim pulang dengan obat-obatan.

Pihak kedokteran menduga rasa sakit itu merupakan efek samping yang bertahan lama karena tabung dimasukkan ke tenggorokannya selama operasi. Pada saat kondisi pria itu memburuk, yang membuatnya melakukan kunjungan kedua ke ruang gawat darurat, dokter akhirnya menemukan sumber sebenarnya dari rasa sakit yang dia derita. Ternyata gigi palsu yang dia kira hilang selama operasi delapan hari yang lalu ternyata masuk ke dalam tenggorokannya dan selama ini berada di sana.

Namun, tidak disebutkan identitas pria itu atau rumah sakit tempatnya dirawat.

Artikel yang ditulis oleh Harriet A. Cunniffe, ahli otolaringologi di Rumah Sakit James Paget University di Inggris itu membawa perhatian pada risiko meninggalkan gigi palsu di mulut pasien yang menjalani operasi yang memerlukan anestesi umum

“Tidak ada pedoman nasional tentang bagaimana gigi palsu harus dikelola selama anestesi,” catat Cunniffe sebagaimana dilansir NDTV, Jumat 16 Agustus 2019. Dia menambahkan bahwa banyak rumah sakit membiarkan gigi palsu dibiarkan di tempat sampai tepat sebelum pasien diintubas

Masih belum diketahui bagaimana gigi palsu pria itu bisa masuk ke tenggorokan, tetapi pada saat ia bangun, gigi-gigi itu tidak ditemukan. Menurut laporan mengatakan bahwa setelah meyakini gigi palsu itu salah diletakkan di rumah sakit, pensiunan tukang listrik itu pulang dan sepertinya tidak memikirkannya lagi. Namun, enam hari kemudian dia berada di ruang gawat darurat.

Setelah rasa sakitnya diketahui, proses pemulihan pria itu tidak bisa dikatakan sederhana. Selama beberapa pekan setelah gigi palsunya diangkat, pria itu kembali ke rumah sakit beberapa kali dan masih mengalami batuk darah. Pada salah satu kunjungan, dokter memperkirakan ia kehilangan darah hingga 1,5 liter.

Sumber pendarahan itu akhirnya ditemukan sebagai “pembuluh arteri menyembur” di tenggorokan pria itu yang tertutupi oleh jaringan yang terbentuk di atasnya selama proses penyembuhan. Pria itu kembali dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani operasi darurat perbaikan arteri dan tampaknya pulih dengan baik dari prosedur tersebut.(***)

sumber: wartaekonomi.co.id

Editor :